Rumah Sayur Kuningan Siap Serap 20 Ton Hasil Panen per Hari

  • 27 Jul 2026 14:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Rumah Sayur Kabupaten Kuningan mulai dipersiapkan sebagai pusat distribusi hasil hortikultura yang ditargetkan mampu menyerap 15 hingga 20 ton hasil panen petani setiap hari. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memperpendek rantai distribusi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk pertanian lokal.

Program yang digagas Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Perumda Aneka Usaha Daerah (PDAU) dan Rumah Tani Nusantara itu diproyeksikan menjadi penghubung antara petani dengan pasar modern, restoran, industri pangan hingga konsumen di luar daerah.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, Rumah Sayur merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun tata niaga hasil pertanian yang lebih berpihak kepada petani. Menurutnya, selama ini panjangnya rantai distribusi kerap membuat harga di tingkat petani tidak sebanding dengan harga yang dibayar konsumen.

"Kita ingin memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan petani sehingga mereka mendapatkan harga terbaik, sementara masyarakat memperoleh sayuran segar dengan kualitas terbaik," ujar Dian, Senin 27 Juli 2026.

Ia menilai Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil hortikultura. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil panen memiliki kepastian pasar sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.

Direktur Rumah Sayur sekaligus CEO Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, mengatakan seluruh petani maupun Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Kuningan dapat memasok hasil panennya melalui Rumah Sayur. Pada tahap awal, kapasitas penyerapan ditargetkan mencapai 15–20 ton komoditas hortikultura per hari.

Selain melayani pasar lokal, hasil pertanian dari Kuningan juga akan didistribusikan ke berbagai daerah. Bahkan, Rumah Tani Nusantara berencana membuka 100 titik Rumah Sayur di Jakarta, sehingga permintaan terhadap produk pertanian asal Kuningan diperkirakan akan meningkat.

"Semua petani dan KWT di Kabupaten Kuningan bisa memasok hasil panennya kepada kami. Rumah Sayur akan menjadi hub distribusi," kata Bahtiar.

Menurutnya, perusahaan selama ini telah memasok kebutuhan pangan bagi sejumlah perusahaan nasional, di antaranya jaringan restoran Mie Gacoan, Indofood, dan Sasa. Karena itu, peluang pasar bagi komoditas pertanian Kuningan dinilai terbuka selama mampu memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan.

Dari sisi pengendalian harga, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Fikri Widyanugraha menilai penguatan rantai pasok melalui Rumah Sayur dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap Rumah Sayur tidak hanya menjadi pusat pemasaran hasil panen, tetapi juga menjadi model pengembangan agribisnis daerah yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk hortikultura Kuningan di pasar regional maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....