Sekoci Edukasi Sorgum sebagai Alternatif Pangan lewat Diskusi Gastronomi
- 27 Jul 2026 08:03 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Sedulur Koki Cirebon (Sekoci) menggelar Diskusi Gastronomi (DIGAS) Vol. 1 dengan mengusung tema "Mengangkat Potensi Sorgum & Kuliner Cirebon", Minggu 26 Juli 2026, di Ruang Kreasi Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, praktisi, akademisi, dan pelaku kuliner untuk memperkuat pengembangan sorgum sebagai pangan lokal sekaligus mengangkat kekayaan kuliner khas Cirebon.
Ketua Umum Sekoci, Rieza Aditya Permana, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai beragam manfaat sorgum yang selama ini belum banyak diketahui.
"Hari ini program Digas, Diskusi Gastronomi, adalah salah satu upaya dari kami, Sedulur Koki Cirebon. Kegiatan ini mengangkat tentang potensi sorgum dan kuliner Cirebon. Harapan kami ingin menyosialisasikan tentang sorgum dan sorgum itu bakal jadi apa sih, bisa dijadikan apa," ujarnya pada Minggu 26 Juli 2026.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar memperkenalkan sorgum, melainkan mengubah kebiasaan masyarakat yang masih bergantung pada nasi sebagai makanan pokok. Ia menilai edukasi perlu dilakukan sejak sekarang, terlebih muncul kekhawatiran terhadap ancaman perubahan iklim yang dapat memengaruhi ketahanan pangan.
"Yang paling sulit adalah mengubah kebiasaan orang yang biasa makan nasi. Sekarang kita enggak tahu ke depannya bagaimana, karena ada isu kemarau panjang dan lain-lain. Mungkin dengan mulai edukasi tentang sorgum, masyarakat bisa mulai berpikir ke arah situ," katanya.
Ia menjelaskan, bersama para praktisi kuliner, Sekoci telah mengembangkan berbagai produk berbahan dasar sorgum, mulai dari pengganti nasi, mie, hingga gula. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah mi sehat berbahan sorgum sebagai pilihan pangan alternatif.
"Kami para praktisi kuliner sudah membuat beberapa varian seperti gulanya, pengganti nasinya, sampai mie juga ada. Tagline-nya lebih kepada mi sehat sorgum," ujarnya.
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk sorgum, Sekoci juga menggandeng berbagai pihak, termasuk dinas terkait dan kelompok tani. Edukasi dilakukan tidak hanya pada aspek pengolahan, tetapi juga melalui pendampingan di tingkat budidaya bersama kelompok tani.
"Upaya dari kami yang bekerja sama dengan kedinasan adalah sering mengadakan kegiatan-kegiatan. Selain itu juga bersama Poktan Siliwangi untuk edukasi. Kalau dari sistem penanaman nanti teman-teman kelompok tani, sedangkan turunannya menjadi produk adalah bagian kami di Sekoci," ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan Digas merupakan agenda berkelanjutan. Setelah volume pertama, Sekoci berencana menggelar volume kedua dan selanjutnya dengan menghadirkan lebih banyak inovasi olahan sorgum serta demo memasak yang terbuka untuk masyarakat.
"Insyaallah ada volume dua, tiga, dan seterusnya. Kegiatan ini kami lakukan secara mandiri. Ke depan kami akan berkolaborasi dengan teman-teman yang ahli di bidangnya, mengadakan demo-demo masak, dan semua kegiatan ini gratis, termasuk resepnya akan kami berikan gratis untuk semua," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....