BMKG Pastikan Perubahan Suhu Dingin dan Panas di Cirebon Normal

  • 22 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – BMKG Kertajati Majalengka memastikan perubahan suhu yang terasa dingin pada malam hingga pagi hari, namun panas pada siang hari di wilayah Cirebon, masih merupakan karakteristik normal musim kemarau. Penjelasan tersebut disampaikan dalam Dialog Cirebon Menyapa pada Selasa, 21 Juli 2026 RRI Cirebon guna menjawab pertanyaan masyarakat yang mengaitkan kondisi cuaca panas dengan perubahan iklim.

Ketua Tim Prakiraan, Data dan Informasi BMKG Kertajati Majalengka, Dyan Anggrainy, mengatakan minimnya tutupan awan menjadi penyebab utama meningkatnya suhu pada siang hari. Di sisi lain, kondisi langit yang cerah juga membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas pada malam hari sehingga udara terasa lebih dingin.

"Jadi memang saat ini kondisi cuaca, terutama suhu, itu terasa dingin pada malam hari hingga dini hari, bahkan sampai pagi. Kemudian pada siang hari mulai terasa panas lagi. Hal ini sebenarnya merupakan kondisi normal yang terjadi pada musim kemarau di wilayah kita," ujar Dyan.

Baca juga: BMKG Kertajati: Puncak Cuaca Panas di Ciayumajakuning Terjadi Oktober 2026

Ia menjelaskan sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi karena sedikitnya awan yang menutupi langit. Akibatnya suhu udara meningkat lebih cepat pada siang hari, sedangkan malam hari terasa lebih dingin karena panas dari bumi langsung dilepaskan ke atmosfer tanpa tertahan awan.

Menurut Dyan, kondisi tersebut berbeda dengan fenomena gelombang panas atau heatwave yang terjadi di sejumlah negara subtropis. Indonesia tidak mengalami heatwave seperti di negara lain meskipun suhu udara pada musim kemarau dapat mencapai kisaran 40 derajat Celsius pada kondisi tertentu.

"Kalau di luar negeri memang ada yang namanya gelombang panas atau heatwave. Tapi kalau di Indonesia saya rasa tidak sampai segitunya," kata Dyan.

BMKG mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi mengenai cuaca ekstrem dan tetap mengikuti perkembangan prakiraan cuaca resmi. Informasi tersebut menjadi dasar dalam memahami bahwa cuaca panas yang terjadi saat ini masih berada dalam karakteristik normal musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....