Musim Kemarau Dorong Produksi Garam Cirebon, Target 75.000 Ton pada 2026
- 21 Agt 2026 10:29 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Memasuki puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026, produksi garam di Kabupaten Cirebon mulai kembali bergairah setelah sebelumnya terdampak cuaca dan curah hujan tinggi. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Cirebon optimistis dapat mencapai target produksi garam sebanyak 75.000 ton sepanjang 2026 dengan dukungan cuaca kering dan pemanfaatan sarana produksi yang telah diberikan pemerintah.
Pembina Mutu Hasil Perikanan DKPP Kabupaten Cirebon, Eka Razak Kurniawan, mengatakan sejumlah petambak bahkan telah memulai persiapan produksi lebih awal dibandingkan pola sebelumnya. Jika biasanya persiapan produksi dilakukan sekitar Juni atau Juli, sebagian petambak telah mulai melakukan persiapan sejak Mei 2026 untuk memanfaatkan kondisi musim kemarau.
Eka mengatakan informasi cuaca yang dipantau dari BMKG menunjukkan puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September, sehingga produksi garam diperkirakan memasuki periode puncak pada Agustus, September hingga Oktober. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi petambak untuk meningkatkan produksi setelah pada 2025 hasil garam Kabupaten Cirebon hanya mencapai sekitar 12.000 ton akibat curah hujan tinggi dan banjir rob.
“Kalau dari produksi alhamdulillah mulai bergairah, teman-teman petambak garam sudah mulai banyak yang produksi,” ujar Eka. Ia menilai peningkatan aktivitas produksi tersebut menjadi tanda positif bagi pencapaian target produksi garam Kabupaten Cirebon pada tahun ini.
Eka menyebutkan target produksi garam Kabupaten Cirebon pada 2026 ditetapkan sebesar 75.000 ton, dengan harapan kondisi cuaca yang lebih mendukung dapat membantu petambak meningkatkan hasil produksi. Selain faktor cuaca, pemanfaatan fasilitas seperti geomembran juga dinilai membantu mempercepat proses kristalisasi dan menghasilkan garam dengan kualitas yang lebih baik.
“Target kami di 2026 75.000 ton, Bu. Tapi insyaallah kami optimis dengan dibantu adanya kemarin fasilitasi sarana prasarana dari kementerian, dan dibantu mungkin dari Gusti Allah berupa cuaca yang cukup kering, jadi kami insyaallah optimis bisa menembus target 75.000 ton,” kata Eka.
Peningkatan produksi tersebut menjadi penting karena capaian produksi garam Kabupaten Cirebon dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan yang cukup besar akibat kondisi cuaca. Produksi yang mencapai sekitar 116.000 ton pada 2023 dan 91.000 ton pada 2024 anjlok menjadi sekitar 12.000 ton pada 2025, sehingga target 75.000 ton pada 2026 menjadi upaya untuk memulihkan produksi sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha petambak garam lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....