Akademisi Ingatkan Anak Muda Bijak Hadapi FOMO dan Paylater Digital

  • 22 Jul 2026 12:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Fenomena fear of missing out (FOMO) dan penggunaan layanan paylater semakin marak di kalangan generasi muda seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan literasi digital dan literasi finansial agar tidak memicu perilaku konsumtif.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis UGJ Cirebon, Dr. H. Editya Nurdiana, SE., MM, mengatakan setiap kemudahan teknologi akan membawa manfaat apabila digunakan secara bijak. Sebaliknya, penggunaan yang tidak disertai pertimbangan dapat menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya.

"Saya kira dalam hal apa pun ketika kita tidak bijak melakukan sesuatu, maka dampaknya adalah buruk. Maka pentingnya bagaimana kita memiliki satu pola pikir yang bijak," ujar Dr. Editya dalam program Literasi Digital "Beranda Astacita" edisi Selasa, 21 Juli 2026.

Editya menjelaskan pola pikir yang bijak perlu dibangun sejak lingkungan keluarga, terutama melalui peran orang tua dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak. Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama yang dapat membentuk cara pandang generasi muda dalam menyikapi perkembangan digital.

Ia menilai fenomena FOMO merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari. Namun, masyarakat, khususnya anak muda, perlu memahami bahwa mengikuti tren tidak harus dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pribadi.

"FOMO sih FOMO boleh. Era ini kan tidak bisa kita lawan, tapi kita ikuti. Akan tetapi kemudian, adakah sudah melalui sebuah proses pemikiran ketika kita ngikutin teman? Karena apa yang diikuti oleh orang lain belum tentu pas buat diri kita," katanya.

Editya menambahkan, setiap individu perlu membiasakan diri berpikir kritis sebelum mengikuti kebiasaan maupun gaya hidup yang sedang populer. Langkah tersebut penting agar keputusan yang diambil tidak hanya didasarkan pada dorongan sesaat atau rasa takut tertinggal.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mengikuti perkembangan teknologi tanpa dibekali pemahaman yang memadai. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diiringi peningkatan literasi digital dan finansial agar mampu dimanfaatkan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....