Kemenag Kabupaten Cirebon Perkuat Peran Penyuluh Agama Hadapi Tantangan Digital

  • 21 Agt 2026 17:02 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Derasnya arus informasi digital menjadi tantangan Kementerian Agama Kabupaten Cirebon dalam menanamkan nilai cinta tanah air. Kondisi tersebut semakin kompleks karena generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha sangat dekat dengan teknologi.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, H. Slamet, S.Ag., M.Pd., mengatakan media sosial menjadi tantangan sekaligus ruang pembinaan. Menurutnya, generasi muda memperoleh banyak informasi dari Google, AI, dan media sosial dengan referensi yang belum selalu dapat dipertanggungjawabkan.

"Tantangan yang terbesar saat ini memang posisinya ada di medsos, perkembangan teknologi," ujarnya kepada RRI Selasa, 18 Agustus 2026. Slamet menilai kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan bersama agar generasi muda tidak mudah terpengaruh narasi yang keliru.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kemenag Kabupaten Cirebon mengoptimalkan peran penyuluh agama yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Para penyuluh memberikan pembinaan kepada masyarakat melalui berbagai majelis taklim secara rutin.

Slamet menyebut terdapat sekitar 390 penyuluh Kemenag Kabupaten Cirebon yang menjalankan pembinaan masyarakat di berbagai wilayah. Selain memberikan pemahaman keagamaan, para penyuluh juga menyampaikan nilai cinta negara serta materi kehidupan bermasyarakat.

"Ini tugas kita semua, karena anak-anak Gen Z sekarang luar biasa dalam menangkap informasi dengan sangat cepat," ucapnya. Menurutnya, kolaborasi diperlukan karena perkembangan informasi digital berlangsung cepat dan sulit diimbangi hanya melalui pendekatan konvensional.

Untuk menjangkau generasi muda, Kemenag Kabupaten Cirebon juga membekali para penyuluh dengan pelatihan pembuatan konten media sosial. Pelatihan tersebut diarahkan agar penyuluh mampu menyampaikan pesan keagamaan melalui konten kreatif sesuai karakter generasi digital.

Slamet mengatakan pelatihan konten telah diberikan kepada para penyuluh agar kegiatan penyuluhan tidak hanya dilakukan secara verbal. Pendekatan digital dinilai penting karena generasi muda cenderung lebih tertarik terhadap informasi yang mereka lihat dan saksikan.

Selain penyuluh Muslim, Kemenag Kabupaten Cirebon juga memiliki penyuluh agama non-Muslim yang memberikan pembinaan sesuai ajaran agamanya. Kehadiran penyuluh lintas agama diharapkan memperluas penyampaian pesan toleransi, kebangsaan, dan kehidupan beragama kepada masyarakat.

Kemenag Kabupaten Cirebon juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat melalui teknologi digital. Upaya tersebut diharapkan menjadi alternatif pencerahan sekaligus mencegah generasi muda terjebak narasi keagamaan dan kebangsaan yang keliru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....