Perencanaan Kehamilan Penting untuk Wujudkan Keluarga Berkualitas

  • 30 Jun 2026 05:22 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon mengajak pasangan suami istri merencanakan kehamilan secara matang sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Perencanaan tersebut dinilai penting agar setiap anak lahir dalam kondisi yang sehat, diinginkan, dan dipersiapkan dengan baik.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Dra. Indra Fitriani, M.M., mengatakan langkah awal yang harus dilakukan pasangan adalah membangun komunikasi dan kesepakatan bersama. Menurutnya, suami dan istri perlu duduk bersama untuk merencanakan masa depan keluarga sebelum memutuskan memiliki anak.

"Wujud nyata paling pertama adalah komunikasi dan kesepakatan berdua. Kami di lapangan melalui teman-teman penyuluh KB selalu mendorong agar suami dan istri duduk bersama secara berkala untuk menyepakati tiga hal krusial," ujarnya dalam Dialog Cirebon Menyapa RRI Cirebon, Senin 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, hal pertama yang harus direncanakan adalah menentukan waktu yang tepat untuk memiliki anak. Kehamilan, menurutnya, sebaiknya tidak terjadi tanpa kesiapan fisik maupun mental dari kedua orang tua.

"Kapan waktu tepat untuk hamil. Jangan sampai kehamilan terjadi karena kebobolan tanpa kesiapan mental dan fisik. Karena usia ideal ibu untuk hamil itu antara 20 sampai 35 tahun," katanya.

Selain menentukan waktu kehamilan, pasangan juga perlu memperhatikan jarak kelahiran anak. DPPKBP3A menilai jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu maupun anak.

"Jarak kehamilan yang terlalu dekat itu sangat berbahaya. Rahim ibu belum pulih total, nutrisinya bisa terbagi, dan yang paling kasihan adalah anak yang lahir duluan karena hak ASI eksklusifnya pasti terputus. Suami yang bijak akan aktif berdiskusi dengan istri untuk memilih alat kontrasepsi yang cocok demi menjaga jarak kelahiran minimal tiga tahun," ujarnya.

Ia menambahkan, pasangan juga harus mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum merencanakan kehamilan. Tidak hanya kesehatan ibu, kondisi ayah juga turut memengaruhi kesehatan calon bayi.

"Sebelum merencanakan kehamilan, suami harus aktif memastikan kesehatan istri, apakah mengalami anemia atau kurang darah. Ayah yang aktif akan mendukung penuh bahkan ikut memeriksakan diri karena kualitas sperma ayah juga menentukan kesehatan janin," ujarnya.

Ia berharap masyarakat mulai memandang perencanaan keluarga sebagai tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Dengan komunikasi yang baik, pengaturan kehamilan, dan persiapan kesehatan yang matang, keluarga dapat melahirkan generasi yang lebih sehat sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan keluarga berkualitas di Kabupaten Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....