Pendidikan dan Pelatihan Bagi Perempuan Dinilai Menjadi Kunci Kesetaraan Gender
- 22 Jun 2026 16:01 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Penguatan pendidikan dan pelatihan bagi perempuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia. Langkah tersebut juga diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Dekan Fakultas Hukum dan Syariah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, Dr. Hj. Maemunah, M.Si., mengatakan pandangan yang membatasi akses pendidikan perempuan masih pernah terjadi di masyarakat. Namun, kondisi tersebut saat ini mulai berubah seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi laki-laki maupun perempuan.
“Kalau dulu masih ada anggapan bahwa perempuan cukup dipersiapkan untuk mengurus rumah tangga, tetapi sekarang kesempatan pendidikan bagi laki-laki dan perempuan semakin setara,” ujar Maemunah kepada RRI Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, dalam beberapa kondisi masih ditemukan keluarga yang lebih memprioritaskan pendidikan anak laki-laki karena keterbatasan ekonomi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan.
Maemunah menjelaskan pendidikan perempuan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga terhadap kualitas keluarga dan generasi berikutnya. Perempuan yang memiliki pendidikan dan keterampilan yang baik dinilai mampu memberikan kontribusi besar dalam pengambilan keputusan di lingkungan keluarga.
“Ketika ada keterbatasan ekonomi, seharusnya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tetap diberikan secara adil kepada laki-laki maupun perempuan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antara laki-laki dan perempuan di sejumlah daerah. Namun, menurutnya, kesenjangan tersebut tidak selalu disebabkan oleh diskriminasi, melainkan juga dipengaruhi oleh kondisi sosial dan peran pengasuhan dalam keluarga.
Maemunah menilai banyak perempuan yang memilih bekerja dari rumah atau fokus mengasuh anak sehingga kontribusinya tidak selalu tercatat dalam indikator ketenagakerjaan formal. Padahal, peran tersebut tetap memiliki nilai penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi keluarga.
“Saat ini perempuan sudah banyak berkiprah di dunia politik, pendidikan, maupun usaha, tetapi masih ada tantangan dalam membagi peran antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....