Peluang Kerja Penyandang Disabilitas Dinilai Semakin Terbuka

  • 18 Jun 2026 06:56 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Cirebon dinilai semakin terbuka dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah perusahaan mulai memberikan ruang yang lebih luas bagi kelompok disabilitas untuk bekerja.

Ketua FKDC Abdul Mujib mengatakan kondisi tersebut merupakan perkembangan positif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Dukungan pemerintah juga mulai terlihat melalui berbagai program ketenagakerjaan inklusif.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembentukan Unit Pelayanan Disabilitas Ketenagakerjaan. Unit tersebut membantu penyandang disabilitas memperoleh informasi dan akses terhadap dunia kerja.

“Di Kabupaten Cirebon sudah dibentuk Unit Pelayanan Disabilitas Ketenagakerjaan dan itu mulai menunjukkan praktik-praktik baik, termasuk penyebaran informasi lowongan kerja yang dapat diakses oleh semua jenis disabilitas,” katanya.

“Kalau sekarang sudah lumayan cukup baik. Teman-teman disabilitas yang bekerja di sektor formal mulai mengalami peningkatan karena semakin banyak perusahaan yang memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.

Selain penyebaran informasi lowongan kerja yang lebih aksesibel, pendampingan juga diberikan saat proses rekrutmen berlangsung. Pendampingan tersebut membantu penyandang disabilitas menghadapi berbagai kendala selama seleksi.

“Ketika ada teman-teman disabilitas yang mengakses lowongan kerja dan mengalami kendala, Dinas Tenaga Kerja ikut memberikan pendampingan, termasuk saat proses wawancara kerja,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan. Rendahnya tingkat pendidikan dan faktor usia menjadi hambatan bagi sebagian penyandang disabilitas untuk masuk ke sektor formal.

“Masalahnya, banyak teman-teman disabilitas yang tingkat pendidikannya masih rendah. Bahkan masih banyak yang tidak sekolah, dan itu menjadi salah satu kendala untuk masuk ke dunia kerja,” katanya.

Karena itu, FKDC juga mendorong pengembangan usaha mandiri dan usaha kelompok di desa-desa inklusi. Berbagai bantuan modal dan pelatihan diberikan agar penyandang disabilitas memiliki alternatif sumber penghasilan.

“Bagi teman-teman disabilitas yang terkendala usia untuk masuk dunia kerja formal, kami mendorong mereka mengembangkan usaha individu maupun usaha kelompok,” ucapnya.

Melalui kombinasi kesempatan kerja dan penguatan usaha mandiri, FKDC berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang mampu hidup mandiri. Upaya tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kelompok disabilitas memiliki kemampuan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....