Pemkab Cirebon Perkuat Pengendalian Inflasi melalui KOSPI di Pasar Pasalaran

  • 26 Mei 2026 12:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon resmi meluncurkan Kios Pengendali Inflasi (KOSPI) di Pasar Pasalaran pada Selasa 26 Mei 2026. Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat.

Peluncuran KOSPI dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon dengan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon. Kehadiran kios tersebut diharapkan mampu menjadi instrumen pengendalian harga sekaligus memastikan ketersediaan komoditas pangan bagi masyarakat.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Mahdi mengatakan, KOSPI akan menjadi sarana stabilisasi harga di pasar tradisional. Menurutnya, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga eceran tertinggi.

“Ya, jadi ini sebagai penstabil harga di mana nanti masyarakat yang ingin membeli komoditi di pasar itu bisa mengakses harga yang mungkin di bawah HET,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas yang saat ini tersedia di KOSPI antara lain beras medium SPHP, beras premium, Minyakita, minyak premium, gula, hingga tepung terigu. Ke depan, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menambah komoditas lain yang berpotensi menyumbang inflasi.

Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga memastikan stok cadangan beras pemerintah di wilayah Cirebon dalam kondisi aman. Ia menyebutkan, stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 223 ribu ton.

Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Rodiya mengatakan, KOSPI merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang sebelumnya diawali dengan operasi pasar murah di sejumlah pasar daerah. Menurutnya, operasi pasar tersebut telah berlangsung sejak 4 Mei dan mendapat respons positif dari masyarakat maupun pedagang, dengan hadirnya KOSPI, masyarakat kini dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga stabil setiap hari.

“Dengan adanya KOSPI ini, kita bisa menyediakan barang kebutuhan pokok itu setiap hari. Jadi masyarakat bisa mendapatkan harga-harga yang sesuai atau bahkan di bawah harga eceran tertinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan KOSPI juga diharapkan menjadi acuan harga di pasar sehingga dapat menekan lonjakan harga yang tidak wajar. Selain itu, pemerintah daerah berencana memperluas program tersebut ke seluruh pasar milik pemerintah daerah di Kabupaten Cirebon.

“Kita kan ada 7 pasar pemda, dibawah kewenangan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Nah, ini nanti sebagai triggernya di sini, nanti ke depan kita ada Pasar Palimanan, kemudian Pasar Babakan, Pasar Cipeujeuh, Pasar Jamblang, semuanya nanti kita akan bikin KOSPI supaya masyarakat bisa mendapatkan barang tersedia, kualitasnya terjamin, dan harganya sesuai,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....