Pemerhati Sosial: Teknologi Kunci Zero Waste di Cirebon
- 19 Mei 2026 14:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Konsep zero waste di Kabupaten Cirebon dinilai masih menghadapi berbagai tantangan untuk diterapkan secara maksimal. Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah negara maju seperti Jepang yang telah menerapkan sistem pemilahan sampah secara terjadwal dan disiplin.
Pemerhati Sosial dan Lingkungan sekaligus Anggota Kehormatan Clean Cultire Community (C-3) Indonesia, Ajat Drajatullah, mengatakan sistem pengelolaan sampah seperti di Jepang masih sulit diterapkan di Indonesia. Menurutnya, keberagaman budaya, bahasa, hingga latar belakang pekerjaan masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kesadaran kolektif.
“Kalau di Jepang masyarakatnya bisa serempak dan kompak dalam memilah sampah. Kalau di kita, dengan ragam budaya dan kebiasaan, penerapan seperti itu masih cukup sulit,” ujarnya kepada RRI, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia menilai konsep zero waste di Cirebon masih membutuhkan waktu panjang untuk diwujudkan. Namun, penerapan teknologi modern dinilai dapat menjadi solusi dalam mempercepat penanganan persoalan sampah di daerah.
Ajat mencontohkan salah satu teknologi yang ditawarkan investor yakni Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL). Teknologi tersebut diharapkan mampu mengubah sampah menjadi energi listrik sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kalau kita punya teknologi dan kemauan untuk mengurai sampah, ternyata sampah bukan sekadar masalah, tetapi juga bisa menjadi berkah. Bisa diolah menjadi listrik, media tanam, hingga bahan baku kerajinan,” ucap Ajat.
Selain menjadi energi listrik, sampah organik juga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai media tanam pengganti pupuk. Menurut Ajat, pengelolaan sampah yang tepat dapat membuka peluang ekonomi sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan di Kabupaten Cirebon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....