Pelatihan Kehumasan Pramuka Majalengka Perkuat Publikasi Digital & Profesional

  • 01 Agt 2026 17:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Di tengah arus deras transformasi digital, Gerakan Pramuka di Kabupaten Majalengka mengambil langkah yang progresif. Organisasi ini berupaya memperkuat fondasi kehumasannya dengan mengoptimalkan pemanfaatan media informasi.

Kwartir Cabang (Kwarcab) Majalengka menggelar pelatihan admin media dan kehumasan di Aula Kecamatan Majalengka pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, Kwarcab mendorong lahirnya wajah baru publikasi Pramuka yang lebih profesional, adaptif, dan berdampak luas.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 26 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Majalengka, menjadi momentum penting dalam membangun sistem komunikasi organisasi yang lebih terstruktur di era digital. Tidak sekadar pelatihan teknis, agenda ini dirancang sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat citra positif Gerakan Pramuka di tengah masyarakat.

Sekretaris Kwarcab Majalengka, Adam Suhara, menegaskan kehumasan kini memegang peran krusial sebagai representasi organisasi di ruang publik. Menurutnya, kemampuan mengelola informasi dan media bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan utama.

"Kehumasan adalah wajah organisasi. Dari sanalah publik menilai, mengenal, dan terinspirasi oleh setiap kegiatan Pramuka," ujarnya dengan tegas.

Dalam suasana pelatihan yang dinamis, para peserta dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari teknik penulisan berita berbasis kaidah jurnalistik, pengelolaan media sosial, hingga fotografi dan videografi menggunakan perangkat sederhana seperti smartphone. Materi ini disampaikan oleh praktisi dan relawan teknologi informasi yang berpengalaman di bidangnya.

Salah satu pemateri, M. Abduh Nugraha, menekankan pentingnya pemahaman dasar jurnalistik, termasuk penerapan unsur 5W+1H dalam setiap penulisan berita. Ia menyebut, kemampuan menyusun informasi yang akurat dan sistematis akan menjadi kunci dalam menghasilkan publikasi yang kredibel dan mudah dipahami.

"Ini langkah awal agar setiap kegiatan kepramukaan tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga tersampaikan dengan baik kepada publik," katanya.

Tidak hanya berhenti pada penulisan, peserta juga diajak memahami strategi distribusi konten di berbagai platform digital. Konsistensi dalam publikasi dinilai mampu membangun rekam jejak organisasi sekaligus memperkuat identitas Pramuka sebagai gerakan yang aktif, edukatif, dan inspiratif.

Sementara itu, materi lanjutan menghadirkan perspektif yang lebih luas, seperti teknik produksi konten visual oleh Mellania Yustica serta manajemen krisis komunikasi digital yang disampaikan Ilyas Hilmi. Kedua materi ini menjadi pelengkap penting dalam menghadapi tantangan komunikasi modern yang semakin kompleks.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Arif, salah satu peserta, mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman yang berbeda karena menggabungkan teori dan praktik secara langsung

"Pelatihannya sangat aplikatif. Kami tidak hanya belajar, tapi juga langsung mempraktikkan, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan," ucapnya.

Dengan pelatihan ini, Kwarcab Majalengka menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di balik layar kegiatan kepramukaan, kini tumbuh generasi admin dan humas yang siap menjadi motor penggerak informasi menghidupkan cerita, menyebarkan inspirasi, dan memperkuat eksistensi Pramuka di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....