Trauma Kekerasan Seksual Dinilai Membekas Seumur Hidup Korban
- 12 Mei 2026 11:27 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kasus dugaan kekerasan seksual lingkungan pendidikan kembali menjadi perhatian masyarakat berbagai daerah Indonesia saat ini. Peristiwa tersebut dinilai menimbulkan dampak psikologis mendalam terutama bagi korban anak maupun remaja usia sekolah.
Psikolog sekaligus dosen UGJ, Duddy Fachrudin, M.Psi, mengatakan korban biasanya mengalami trauma berkepanjangan setelah kejadian kekerasan seksual. Menurutnya, pengalaman traumatis tersebut mempengaruhi kondisi emosi korban hingga jangka waktu sangat panjang kehidupannya.
“Jadi emosinya akan terus nempel sampai ujung akhir hidup individu,” katanya kepada RRI pada Senin, 11 Mei 2026. Ia menilai pengalaman traumatis akibat kekerasan seksual sulit dipulihkan sepenuhnya meskipun korban mendapatkan pendampingan psikologis.
Duddy menjelaskan korban biasanya mengalami perubahan emosi hingga muncul rasa tidak nyaman ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi hubungan sosial korban baik lingkungan keluarga maupun pendidikan sehari-harinya dalam kehidupan.
Menurutnya, dukungan lingkungan terdekat sangat diperlukan membantu korban menghadapi dampak psikologis setelah mengalami kekerasan seksual. Perhatian tersebut penting agar korban merasa aman dan memperoleh ruang pemulihan emosional secara bertahap berkelanjutan.
“Sulit sekali untuk disembuhkan meskipun bisa, tapi ini akan membekas seumur hidup,” ujarnya. Ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap perlindungan anak guna mencegah terjadinya kekerasan seksual lingkungan pendidikan.
Duddy juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara anak dengan keluarga sejak usia dini secara konsisten. Langkah tersebut dinilai membantu anak lebih berani menyampaikan pengalaman tidak nyaman kepada orang tua terdekatnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....