IDI Kuningan Perkuat Respons Darurat Bersama BPBD

  • 07 Mei 2026 20:04 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Kuningan mulai memperkuat peran dalam penanggulangan bencana dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan. Kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam maupun ancaman wabah penyakit di daerah.

Ketua IDI Cabang Kabupaten Kuningan periode 2026–2029, dr. Arif Wibowo, mengatakan kunjungan ke BPBD menjadi agenda prioritas pengurus baru. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya awal membangun sinergi dalam penanggulangan kebencanaan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersilaturahmi ke BPBD Kabupaten Kuningan. Pengurus IDI masa bakti 2026–2029 ini memiliki bidang khusus kebencanaan dan mitigasi. Kami merasa organisasi profesi ini akan jauh lebih bermanfaat jika ilmu yang kami miliki diterapkan secara sistematis saat terjadi sesuatu di masyarakat,” ujar Arif Wibowo di markas BPBD Kuningan, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, keterlibatan tenaga medis dalam penanggulangan kebencanaan tidak hanya dibutuhkan saat terjadi bencana alam. Tenaga medis juga memiliki peran penting dalam menghadapi potensi wabah penyakit, seperti yang terjadi pada masa pandemi COVID-19.

“Banyak hal yang harus disiapkan, mulai dari bencana alam hingga bencana karena wabah. Berkaca dari COVID-19 kemarin, itu adalah bukti nyata bagaimana tenaga kesehatan berada di garis depan. Dengan 408 anggota yang tersebar di seluruh pelosok Kuningan, kami siap dikoordinasikan,” katanya.

Ia menambahkan, IDI Kuningan telah membentuk tim khusus kebencanaan yang dipimpin dr. Refaki, Sp.M untuk memperkuat koordinasi bersama BPBD saat kondisi darurat terjadi. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyambut baik langkah cepat IDI Kuningan yang langsung membangun kolaborasi usai pengukuhan kepengurusan baru.

“Kami merasa bangga dan bersyukur. Urusan penanggulangan bencana ini bukan hanya tugas BPBD, tetapi ada unsur pentaheliks di dalamnya, salah satunya adalah profesi. Hari ini, IDI membuktikan keberadaannya di tengah masyarakat untuk urusan kemanusiaan ini,” ujar Indra.

Menurutnya, kerja sama tersebut akan mencakup seluruh tahapan penanggulangan bencana. Tahapan itu mulai dari mitigasi, respons darurat hingga pemulihan pascabencana.

“Kedepan banyak hal yang bisa dikolaborasikan, bukan hanya saat kejadian atau respons darurat saja, tapi mulai dari fase pra-bencana atau mitigasi hingga pasca-bencana. Kawan-kawan IDI punya SDM luar biasa yang tersebar di seluruh wilayah. Tugas kita sekarang adalah mensinkronkan pola koordinasi dan komunikasinya agar kehadiran tim kedaruratan IDI bisa lebih cepat merespons situasi di lapangan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, IDI dan BPBD Kuningan berharap kapasitas penanggulangan bencana di daerah semakin kuat. Kerja sama itu juga diharapkan dapat mempercepat respons layanan kesehatan saat kondisi darurat terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....