Ratusan Relawan Disiagakan Hadapi Karhutla di Lereng Ciremai
- 08 Sep 2026 12:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Ratusan relawan disiagakan untuk membantu mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Mereka terdiri dari Masyarakat Peduli Api (MPA), kelompok pencinta alam, pengelola objek wisata dan unsur masyarakat lainnya.
Kesiapsiagaan itu diperkuat dengan melibatkan pemerintah kecamatan, TNI-Polri, BPBD dan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Camat Cigugur Yono Rahmansah mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur karena wilayah Cigugur berbatasan langsung dengan kawasan Gunung Ciremai serta memiliki sejumlah objek wisata alam.
“Penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa hanya oleh satu komponen saja, tapi harus semua komponen. Maka kita semua bersinergi bergerak bersama untuk membentuk satu kesatuan, membentuk tim yang solid untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Cigugur,” ujarnya, Senin, 8 September 2026.
Menurut Yono, pencegahan juga harus dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat. Warga diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera menangani sumber api sebelum meluas.
“Pencegahan itu lebih murah biayanya daripada penanganan,” katanya. Dalam kegiatan itu, petugas memeriksa peralatan pemadaman milik BPBD, pengelola objek wisata dan kelompok relawan.
Salah satunya mesin penyedot air yang dilengkapi selang penyemprot. Peralatan tersebut kemudian diuji melalui simulasi pemadaman.
Mesin menyedot air dari sumber di sekitar lokasi dan mengalirkannya melalui selang bertekanan ke titik api yang telah disiapkan. Semburan air berhasil memadamkan api dalam waktu singkat. Kapolsek Cigugur AKP Kuswa mengatakan kondisi lingkungan yang kering selama musim kemarau meningkatkan potensi kebakaran di kawasan Gunung Ciremai.
Karena itu, langkah pencegahan tidak boleh menunggu hingga kebakaran terjadi. “Jangan sampai nanti kita baru bergerak setelah terjadi. Ini tentunya kerja sama dan kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintahan kecamatan, BPBD, TNGC, komponen masyarakat, masyarakat pencinta alam, pengelola wisata dan masyarakat lain yang peduli terhadap lingkungan, utamanya di wilayah Gunung Ciremai,” ujarnya.
Baca juga: Puncak Kemarau, MPA Kuningan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Darma
Danramil Cigugur Kapten Arh Suroso menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut. Menurutnya, keterlibatan unsur kewilayahan dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pengawasan kawasan rawan kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Iman Nuryadi menyatakan kesiapsiagaan sangat penting untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran. Langkah ini sekaligus bertujuan untuk memastikan seluruh personel dan peralatan siap diterjunkan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Tony Anwar melalui Kasi SPTN Wilayah I Kuningan BTNGC Eko Kosasih mengatakan pengendalian karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. “Untuk karhutla penyelesaiannya tidak hanya sendiri, tapi diselesaikan bersama-sama. Ini merupakan upaya bersama dalam rangka pengendalian dan juga pencegahan karhutla,” ujarnya.
Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning H. Nandar Junar Arif menyatakan para relawan siap membantu pemerintah dan instansi terkait dalam upaya pencegahan kebakaran. Selain itu, mereka juga disiagakan untuk melakukan penanganan awal jika terjadi kebakaran.
“Kami dari MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning siap mendukung tugas pemerintah maupun seluruh instansi dalam menjaga kawasan Cigugur dan kecamatan lainnya di sekitar Taman Nasional Gunung Ciremai. Pencegahan harus dilakukan bersama, karena ketika api sudah membesar penanganannya jauh lebih sulit,” kata Nandar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....