DPR Soroti Ketahanan Pangan Nasional Perlu Peningkatan Sistem

  • 06 Mei 2026 11:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dr. Dave A.F. Laksono, ME., dalam dialog khusus di RRI Cirebon menyoroti kondisi ketahanan pangan nasional yang dinilai cukup kuat. Namun, kondisi tersebut masih membutuhkan peningkatan produktivitas serta perbaikan sistem pendukung agar berdampak luas bagi masyarakat.

Dave menilai ketahanan pangan Indonesia saat ini berada pada kondisi yang relatif baik, meskipun masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaannya. Ia menyatakan, “Kalau dilihat ketahanan pangan sih cukup kuat ya. Walaupun masih ada banyak ruang untuk kita tingkatkan produktivitas,” ujarnya kepada RRI Selasa, 5 mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga mencakup distribusi dan dampaknya terhadap ekonomi. Menurutnya, “Ketahanan pangan kan bukan hanya produksinya saja tapi juga bagaimana logistiknya, terus juga bagaimana penyerapannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dave menyoroti peran Jawa Barat sebagai salah satu lumbung padi nasional yang memiliki potensi besar dalam menjaga stabilitas pangan. Ia menyebut wilayah seperti Indramayu, Cirebon, hingga Subang memiliki lahan pertanian luas yang perlu dioptimalkan secara merata.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani, agar tidak hanya berperan sebagai buruh tani. Menurutnya, petani harus didorong menjadi pemilik lahan dan mampu meningkatkan kapasitas produksi secara mandiri.

Dave juga mengungkapkan bahwa produktivitas pertanian masih dapat ditingkatkan, terutama melalui perbaikan sistem pengairan, ketersediaan pupuk, serta optimalisasi lahan pertanian yang ada. Dengan demikian, hasil panen dapat lebih maksimal dalam setiap musim.

Selain itu, ia menyinggung upaya pemerintah membuka lahan baru di luar Pulau Jawa, seperti di Kalimantan dan Papua, namun tetap harus mempertimbangkan kondisi alam setempat. “Kondisi alamnya itu berbeda-beda itu yang harus dilihat dan menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor pangan harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, agar tidak hanya meningkatkan produksi. Upaya tersebut juga harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....