Kekeringan Ancam Sawah Majalengka, Babinsa Kawal Distribusi Air Irigasi

  • 02 Agt 2026 13:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Ancaman kekeringan mulai menghantui sektor pertanian di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Penurunan debit air irigasi di musim kemarau memaksa petani melakukan berbagai upaya agar lahan persawahan tetap produktif dan terhindar dari risiko gagal panen.

Di tengah kondisi tersebut, Babinsa Desa Kodasari Koramil 1713/Ligung Kodim 0617/Majalengka, Serma Rayanto, turun langsung ke lapangan. Ia mendampingi kelompok tani dalam pengelolaan distribusi air irigasi di Blok Angsana, Kecamatan Ligung.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan sistem pengairan berjalan efektif di tengah keterbatasan pasokan air. Salah satu langkah yang diterapkan adalah distribusi air secara bergilir, guna menjamin seluruh lahan pertanian tetap mendapatkan aliran air secara merata.

"Distribusi air dilakukan bergilir agar seluruh petani tetap memperoleh pasokan, meskipun debit air menurun," ujar Serma Rayanto, Minggu, 2 Agustus 2026.

Berdasarkan data di lapangan, sekitar 15 hektare lahan persawahan di wilayah tersebut berpotensi terdampak kekeringan akibat berkurangnya suplai air irigasi. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak langsung terhadap produktivitas padi dan ketahanan pangan daerah.

Kehadiran Babinsa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga memperkuat koordinasi antara petani dan pihak terkait dalam pengelolaan sumber daya air. Pendampingan ini dinilai penting untuk meminimalkan dampak kekeringan serta menjaga stabilitas produksi pertanian.

Koramil 1713/Ligung bersama kelompok tani akan terus melakukan pemantauan kondisi irigasi dan perkembangan tanaman secara berkala. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipatif guna menjaga keberlangsungan sektor pertanian di tengah tekanan musim kemarau.

Situasi di Majalengka menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi sektor pertanian nasional. Dalam kondisi ini, perubahan cuaca dan keterbatasan air menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan menjaga ketahanan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....