Kepala Desa Jagara Desak Penanganan Serius Eceng Gondok Waduk Darma

  • 30 Apr 2026 20:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Permasalahan ledakan populasi eceng gondok di kawasan wisata Waduk Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, kian memprihatinkan. Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat, mendesak pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah untuk bersinergi melakukan penanganan serius dan berkelanjutan.

Sebagai desa penyangga utama waduk, Desa Jagara merasakan langsung dampak pertumbuhan tumbuhan air tersebut yang semakin tidak terkendali. Umar menilai, meski eceng gondok merupakan tumbuhan alami, keberadaannya kini justru mengganggu keindahan dan daya tarik wisata waduk.

“Jaswita sebagai pengelola sebenarnya ada kepedulian, tapi masih kurang. Padahal eceng gondok ini sangat mengurangi panorama keindahan Waduk Darma,” ujar Umar, Kamis, 30 April 2026.

Ia juga secara terbuka mengkritik pengelola wisata, yakni PT Jaswita Jabar, yang dinilai belum maksimal dalam menjaga kebersihan dan estetika kawasan wisata. Menurutnya, sebagai pihak yang diberi kewenangan mengelola potensi wisata, Jaswita seharusnya memiliki langkah konkret dan terukur dalam menangani persoalan lingkungan di waduk.

“Sebagai pengelola, harusnya ada langkah nyata dan berkelanjutan. Jangan hanya sebatas wacana atau penanganan sesaat, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan wisatawan,” katanya dengan tegas.

Umar juga menyoroti peran BBWS yang dinilai belum optimal dalam menjaga kelestarian dan pengelolaan kawasan waduk. Menurutnya, salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan eceng gondok adalah aktivitas penggarapan lahan di bantaran pasang surut oleh warga.

“Saya meminta ketegasan dari BBWS. Lahan bantaran pasang surut tidak boleh lagi digarap oleh warga supaya masalah eceng gondok ini bisa ditekan,” ujarnya.

Selain itu, Umar berharap pemerintah Provinsi Jawa Barat turut turun tangan melalui dinas terkait, khususnya di bidang sumber daya air dan lingkungan hidup. Ia mengaku telah mendapat sinyal awal dari pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Harapan kami, pihak provinsi segera bergerak. Kami sudah mendapat konfirmasi dari Pak Sekda Jabar, semoga ini menjadi langkah awal penanganan yang lebih baik,” katanya.

Warga bersama pemerintah desa berharap ada langkah konkret yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan. Hal itu dilakukan agar Waduk Darma tetap terjaga sebagai destinasi wisata unggulan yang bersih, asri, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sebagai informasi, eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tanaman air yang berasal dari kawasan Amerika Selatan, khususnya lembah Sungai Amazon. Tanaman ini awalnya diperkenalkan sebagai tanaman hias, namun berkembang pesat di perairan tropis seperti Indonesia karena kemampuannya beradaptasi dan berkembang biak dengan cepat, sehingga kerap menjadi gulma air yang sulit dikendalikan.

Adapun Waduk Darma merupakan salah satu waduk terbesar di Kabupaten Kuningan dengan luas genangan sekitar 400 hektare. Selain berfungsi sebagai sumber irigasi, waduk ini juga menjadi destinasi wisata unggulan yang menopang perekonomian masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....