Babinsa Padabeunghar Dampingi KTH Silih Wangi Cegah Karhutla Ciremai

  • 02 Sep 2026 16:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan — Babinsa Desa Padabeunghar, Sertu Nandi, turut mendampingi kegiatan supervisi, pelatihan dan simulasi pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar Kelompok Tani Hutan (KTH) Paguyuban Silih Wangi Ciayumajakuning. Kegiatan yang melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) itu berlangsung di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Rabu, 2 September 2026.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya anggota KTH dan MPA, dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Sebanyak 1.027 anggota MPA yang tergabung dalam Paguyuban Silih Wangi Ciayumajakuning disiapkan untuk memperkuat pencegahan dan penanganan awal karhutla di wilayah sekitar TNGC.

Baca juga: Bawa Dump Truck dan Ratusan Karung, KTH Silihwangi Bersihkan Waduk Darma

Sertu Nandi mengapresiasi langkah KTH Paguyuban Silih Wangi yang terus melibatkan masyarakat dalam upaya menjaga kawasan hutan. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pendampingan TNI kepada masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.

Dalam kegiatan itu, para anggota MPA mendapat pembekalan dari sejumlah narasumber, mulai dari akademisi, UPTD Damkar Satpol PP Kuningan hingga Balai TNGC. Materi yang diberikan meliputi langkah-langkah pencegahan kebakaran, penanganan titik api hingga teknik pemadaman di lapangan.

Para peserta juga mengikuti simulasi untuk meningkatkan kemampuan menghadapi kondisi darurat. Danramil Pancalang Kodim 0615/Kuningan, Kapten CBA Sunardi, menegaskan pencegahan kebakaran harus dilakukan secara bersama-sama sebelum api muncul dan meluas.

"Mari kita bekerja sama menjaga sebelum kejadian, karena masyarakat sekitar sinilah yang tahu persis kondisi lingkungan di wilayah TNGC," kata Sunardi menegaskan.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah munculnya titik api. Karena itu, sinergi antara TNI dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Ketua Paguyuban Silih Wangi Ciayumajakuning, H. Nandar Juniar Arip, mengatakan pelatihan tersebut penting untuk membekali anggota MPA dengan pengetahuan dan kemampuan dasar dalam mencegah serta menangani kebakaran. Acara ini diselenggarakan untuk mencegah karhutla di musim El Nino.

"Alhamdulillah untuk peralatan pencegahan pertama ada, semoga nanti bisa lebih dilengkapi," ujar Nandar.

Ia menjelaskan anggota MPA yang tersebar di sejumlah wilayah sekitar TNGC juga merupakan bagian dari KTH Paguyuban Silih Wangi. Kondisi tersebut diharapkan dapat memudahkan koordinasi ketika terjadi potensi kebakaran.

Melalui supervisi, pelatihan dan simulasi tersebut, KTH Paguyuban Silih Wangi bersama MPA mendapat penguatan kemampuan untuk melakukan pencegahan dan penanganan awal karhutla. Keterlibatan Babinsa dan jajaran Koramil Pancalang dalam kegiatan itu diharapkan semakin memperkuat sinergi TNI dengan masyarakat dalam menjaga kawasan Gunung Ciremai dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....