Halalbihalal Pensiunan RRI Angkat Hikmah Kehidupan
- 09 Apr 2026 16:57 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kegiatan halalbihalal Persatuan Pensiunan LPP RRI Cirebon diisi dengan tausiyah yang mengajak peserta melakukan refleksi diri. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memahami makna kehidupan dan kematian sebagai bagian dari ketentuan Allah SWT.
Dosen Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Alvien Septian Haerisma, SEI, M.Si., dalam tausiyahnya menjelaskan bahwa hidup dan mati merupakan ujian dari Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa setiap peristiwa kehidupan memiliki hikmah yang harus dipahami oleh umat manusia.
Menurutnya, Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Mulk ayat dua bahwa kehidupan dan kematian diciptakan untuk menguji amal manusia. Penilaian Allah tidak didasarkan pada harta ataupun jabatan, melainkan pada akhlak dan perbuatan baik yang dilakukan selama hidup.
Ia juga mengingatkan bahwa peristiwa kelahiran dan kematian yang terjadi di sekitar manusia harus dijadikan bahan renungan. Hal tersebut menjadi tanda bahwa waktu hidup di dunia terbatas dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Allah menciptakan hidup dan mati untuk menguji siapa di antara kita yang paling baik amalnya, bukan siapa yang paling kaya atau memiliki jabatan tinggi, tetapi siapa yang paling baik akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dr. Alvien pada acara halalbihalal persatuan pensiunan LPP RRI Cirebon Selasa, 7 April 2026.
Selain itu, ia menuturkan bahwa manusia sering kali merasakan penyesalan ketika tidak memanfaatkan waktu untuk berbuat kebaikan. Amal seperti sedekah dan amal jariyah menjadi bekal penting yang akan terus mengalir pahalanya setelah seseorang meninggal dunia.
Ia menambahkan bahwa generasi penerus juga perlu dipersiapkan agar memiliki pemahaman agama yang baik. Pendidikan agama kepada anak-anak menjadi salah satu cara agar kebaikan tetap berlanjut di masa depan.
“Ada tiga penyesalan yang sering dirasakan manusia setelah meninggal, yaitu tidak bersedekah, tidak berbuat kebaikan, dan kurang mempersiapkan amal saleh, sehingga selama masih hidup kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Di akhir tausiyah, ia mengajak para peserta untuk tidak berbangga pada harta maupun kedudukan duniawi. Menurutnya, yang paling bernilai di hadapan Allah SWT adalah amal saleh dan akhlak mulia yang dilakukan selama hidup.
“Kita tidak boleh hanya mengejar harta dan kedudukan, karena semua itu tidak akan berarti ketika kita meninggal dunia, yang tersisa hanyalah amal kebaikan yang kita lakukan selama hidup,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....