Kesabaran Menjadi Kunci Menghadapi Musibah, Jalan Mendekat kepada Allah

  • 25 Jul 2026 20:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Musibah bukanlah tanda kebencian Allah kepada hamba-Nya, melainkan ujian yang menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada-Nya. Karena itu, setiap cobaan hendaknya dihadapi dengan kesabaran, istigfar, serta sikap berprasangka baik kepada Allah.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz K.H. Dr. Ahmad Syathori dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon, Selasa, 21 Juli 2026, bertema "Memaknai Musibah sebagai Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah."

Dalam tausiahnya, ia meluruskan anggapan yang masih berkembang di masyarakat bahwa bulan Safar identik dengan kesialan atau datangnya berbagai musibah. Menurutnya, keyakinan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam.

"Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar. Jika ada musibah yang terjadi, itu merupakan ujian dari Allah, bukan karena bulan tertentu membawa sial," ujarnya.

Ia menjelaskan, Allah SWT telah mengabarkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 155-157 bahwa manusia akan diuji dengan rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, maupun hasil kehidupan. Melalui ujian tersebut, Allah ingin melihat apakah seorang hamba semakin dekat kepada-Nya atau justru menjauh.

"Musibah yang kita alami sejatinya adalah ujian dari Allah. Allah ingin menguji apakah kita semakin dekat kepada-Nya atau malah berburuk sangka kepada-Nya," katanya.

Menurutnya, kunci menghadapi setiap ujian adalah kesabaran. Sikap tergesa-gesa, putus asa, atau larut dalam kecemasan justru akan memperberat persoalan yang sedang dihadapi.

"Ketika mendapatkan musibah, jangan langsung bereaksi dengan emosi. Bersabarlah agar kita bisa berpikir jernih dan menemukan jalan keluar," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa ucapan 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' tidak hanya dilontarkan saat mendengar kabar kematian. Kalimat ini juga hendaknya diucapkan ketika menghadapi berbagai bentuk musibah sebagai wujud keyakinan bahwa segala sesuatu berasal dan akan kembali kepada-Nya.

"Kalimat itu mengingatkan bahwa kita adalah milik Allah. Allah tidak mungkin menelantarkan hamba-Nya yang berserah diri kepada-Nya," ujarnya.

Pada sesi dialog interaktif, ia juga menjawab pertanyaan pendengar mengenai hikmah di balik kekurangan fisik. Ia menegaskan bahwa setiap kekurangan pasti disertai kelebihan yang diberikan Allah, sehingga seseorang tidak perlu merasa rendah diri ataupun putus asa.

"Allah pasti memberikan kelebihan di balik setiap kekurangan. Karena itu, tetaplah bersabar dan berbaik sangka kepada Allah," katanya.

Menutup tausiahnya, Ahmad Syathori menegaskan bahwa ujian tidak hanya berupa kesulitan, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk kenikmatan, kekayaan, maupun kemudahan hidup. Menurutnya, keduanya sama-sama menjadi ujian yang harus disikapi dengan benar.

"Jika diuji dengan kesulitan, hadapilah dengan sabar. Jika diberi kemudahan dan kecukupan, hadapilah dengan syukur. Dengan begitu, setiap ujian akan menjadi jalan untuk memperoleh rahmat dan ridha Allah," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....