Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Pembangunan Berbasis Budaya di Cirebon

  • 04 Apr 2026 19:17 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan identitas sekaligus kekuatan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya pembangunan berbasis kebudayaan dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon, Kamis, 2 April 2026.

Dalam sambutannya, Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga unsur budaya yang hadir. Ia menilai kolaborasi lintas elemen menjadi kekuatan penting dalam membangun identitas daerah.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki kekayaan budaya yang selama ini belum dimaksimalkan sebagai fondasi pembangunan. Ia menilai kebudayaan sering kali hanya dijadikan simbol seremonial, bukan sebagai sistem nilai yang membentuk karakter dan ekonomi.

“Nilai kebudayaan akan menjadi nilai spiritual, ekonomi, dan identitas manakala kita mampu membangun branding,” katanya. Ia menegaskan, penguatan identitas budaya dapat menjadi kunci kemajuan daerah.

Ia menjelaskan, terdapat empat kerangka besar kebudayaan di Jawa Barat, yakni Sunda Kulon, Sunda Priangan, Cirebonan, dan Betawi. Keempatnya, menurut dia, harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang lebih teknis agar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan peradaban yang mencakup bahasa, makanan, pakaian, dan seni. Menurutnya, jika keempat aspek tersebut mampu diadaptasi dalam konteks kekinian, maka daerah tidak akan mengalami krisis ekonomi.

“Kalau keempat hal ini kita mampu mengadaptifkan dalam spirit kekinian, maka kita tidak akan mengalami krisis keuangan,” ujarnya. Ia menilai sektor budaya dan pariwisata memiliki potensi ekonomi berkelanjutan dibandingkan eksploitasi sumber daya alam.

Ia mencontohkan keberhasilan daerah seperti Bali yang mampu bertahan secara ekonomi melalui sektor pariwisata. Ia menilai pendekatan tersebut lebih berkelanjutan dibandingkan eksploitasi sumber daya yang berisiko menimbulkan konflik.

Dalam konteks Cirebon, Ia menilai daerah tersebut memiliki keunggulan karena masih memiliki peninggalan budaya yang utuh. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan tersebut sebagai modal pembangunan masa depan.

“Keunggulan dari Cirebon adalah seluruh peninggalannya masih nyata dan terlihat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menghentikan konflik agar pembangunan dapat berjalan optimal.

Ia mendorong agar pembangunan di Cirebon berbasis pada nilai budaya lokal, termasuk arsitektur, kuliner, dan filosofi kehidupan. Ia menilai identitas seperti penggunaan kayu jati hingga kuliner khas harus menjadi bagian dari branding daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan dan konektivitas dengan sektor industri untuk memperkuat pembangunan. Infrastruktur, menurutnya, juga harus dibangun tidak hanya fungsional tetapi memiliki nilai estetika.

“Infrastruktur bukan hanya sekadar jalan, tapi jalan yang estetik,” katanya. Ia menyebut konsep pembangunan tersebut akan diterapkan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Ia optimistis, jika seluruh potensi alam, budaya, dan sumber daya manusia terintegrasi dengan baik, Jawa Barat dapat menjadi provinsi terdepan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pembangunan harus mengedepankan nilai historis, ideologis, hingga ekologis.

“Pembangunan adalah penyatuan antara nilai-nilai spiritual dan nilai-nilai sosial,” ujarnya. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun masa depan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....