Idulfitri Berduka, Longsor dan Rumah Ambruk Terjang Kuningan
- 24 Mar 2026 22:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Bencana alam mewarnai momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya tanah longsor dan kerusakan rumah warga di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mencatat, hingga Senin, 23 Maret 2026, terdapat tiga kejadian bencana yang terjadi dalam waktu berdekatan. Dua di antaranya merupakan tanah longsor, sementara satu kejadian berupa rumah warga yang sebagian bangunannya ambruk.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan seluruh kejadian dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama. “Curah hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh, sehingga rawan terjadi longsor, terutama di wilayah dengan kontur lereng,” ujarnya.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Paleben, Desa Darma, Kecamatan Darma, Kamis malam, 19 Maret 2026. Hujan deras sejak sore hari menyebabkan saluran air di sekitar kolam tidak mampu menahan debit air, sehingga tebing setinggi sekitar 10 meter runtuh dengan panjang longsoran mencapai 20 meter.
Material longsor turut menggerus sebagian jalan gang menuju area RPU. BPBD mencatat, sedikitnya tiga rumah warga berada dalam ancaman, di antaranya milik H. Madun dan Ibu Tati yang posisinya dekat dengan titik longsor.
Petugas BPBD telah melakukan penanganan sementara dengan menutup area longsor menggunakan plastik dan terpal guna mengurangi rembesan air. Selain itu, pemasangan bronjong kawat diperlukan untuk memperkuat struktur tanah.
Belum selesai penanganan di lokasi tersebut, longsor kembali terjadi di Blok Ciwaringin, Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Minggu malam, 22 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Hujan deras selama hampir dua jam menyebabkan tanah di sekitar permukiman warga runtuh.
Dua rumah milik Hendi dan Samar berada di tepi longsoran. Sementara satu rumah milik Rijal di bagian bawah terdampak material tanah pada bagian kamar luar.
Longsoran di lokasi ini memiliki kedalaman sekitar 12 meter dan menyebabkan sebagian gang di samping rumah ikut hilang. Warga bersama BPBD melakukan penanganan darurat dengan memasang penahan sementara dari bambu serta menutup lereng menggunakan terpal.
Peristiwa ketiga terjadi di Dusun Pahing, Desa Karanganyar, Kecamatan Darma. Rumah milik Irwandi mengalami kerusakan cukup serius pada bagian atap setelah diguyur hujan deras.
Sebagian atap dan genting runtuh dengan ukuran kerusakan sekitar 8 x 6 meter. Material bangunan yang ambruk juga menimpa perabot rumah tangga milik korban.
Dua keluarga yang terdiri dari tujuh jiwa masih bertahan di rumah tersebut. Warga setempat bergotong royong membersihkan puing bangunan.
Indra menambahkan, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik serta menyiapkan kebutuhan material bangunan untuk perbaikan rumah terdampak. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di dekat tebing atau lereng. Jika ada retakan tanah atau tanda pergerakan, segera laporkan,” katanya.
Saat ini, ketiga lokasi bencana masih dalam pemantauan petugas. BPBD akan terus melakukan penanganan lanjutan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....