Pertanian Purba Berbasis Sampah Organik Edukasi Pengelolaan Limbah
- 08 Mar 2026 19:41 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pengelolaan sampah rumah tangga kini mulai diarahkan menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan sampah dapur sebagai bahan utama pupuk organik dalam program pertanian purba yang dikembangkan di Yayasan Al Bahjah.
Metode ini memanfaatkan berbagai limbah organik yang biasanya dibuang ke tempat pembuangan akhir untuk dijadikan media tanam. Selain sampah dapur, bahan lain seperti kotoran hewan, daun bambu, serta sisa batang pisang juga digunakan sebagai campuran pupuk alami.
Aplikator Pertanian Yayasan Al Bahjah, Ustadz Alinoer, mengatakan bahwa program tersebut juga menjadi upaya untuk mengolah lahan yang sebelumnya dianggap tidak layak untuk pertanian. Dengan pemanfaatan bahan organik, lahan tersebut diharapkan dapat kembali menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat.
“Awalnya sih agak susah, karena memang kita projectnya berbasis tempat yang memang itu enggak bisa dipakai untuk tanaman,” ujarnya kepada RRI, Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa proses awal penerapan metode ini cukup menantang karena membutuhkan berbagai bahan organik untuk dijadikan media tanam dalam bentuk gundukan tanah. Persiapan tersebut harus dilakukan terlebih dahulu sebelum proses penanaman padi dapat dimulai.
Menurutnya, metode ini berbeda dengan pertanian konvensional yang biasanya menggunakan sistem pengairan sawah. Dalam pertanian purba, tanaman memanfaatkan nutrisi dari bahan organik yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“Sampah dapur kita juga teratasi. Yang biasanya kita buang ke TPA tapi kita olah sendiri, itu kan jadi manfaatnya lebih banyak,” katanya.
Ia berharap metode pertanian purba berbasis sampah organik ini dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Selain itu, metode tersebut juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola limbah organik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....