Program Ngopi Kemendagri, Perkuat Karakter Pelajar Kota Cirebon
- 06 Mar 2026 16:19 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon mendukung pelaksanaan kegiatan Pembinaan Karakter dan Jati Diri Bangsa melalui program Ngobrol Inspirasi (Ngopi) yang diinisiasi Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan tersebut digelar di Balai Kota Cirebon pada Kamis, 5 Maret 2026, dan diikuti sekitar 120 pelajar SMP sederajat.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter generasi muda sekaligus membentengi mereka dari degradasi moral di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri yang telah memilih Kota Cirebon sebagai lokasi pelaksanaan pembinaan karakter bagi para pelajar. Menurutnya, Kota Cirebon merupakan daerah yang tumbuh dengan keberagaman budaya dan sosial sehingga generasi mudanya perlu dibekali nilai-nilai toleransi serta wawasan kebangsaan yang kuat.
“Kemajemukan ini adalah modal sosial sekaligus identitas nasional kita. Namun, tantangan Gen Z dan Gen Alpha semakin kompleks dengan adanya hoaks, ujaran kebencian, hingga perundungan yang berpotensi menggerus nilai toleransi,”Wakil Wali Kota Cirebon dalam rilisnya Jumat 6 Maret 2026.
Ia menambahkan, para pelajar merupakan generasi penerus yang akan membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, selain memiliki kecerdasan intelektual, generasi muda juga harus memiliki karakter yang kuat dan berintegritas.
“Wawasan kebangsaan bukan sekadar hafalan teori, melainkan praktik hidup sehari-hari. Kami juga mendukung penuh penguatan karakter ini melalui aspek lingkungan, seperti Gerakan Indonesia ASRI sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, karena mencintai tanah air berarti menjaga kelestarian buminya,” katanya.
Wakil Wali Kota juga berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang kritis namun tetap menjunjung tinggi etika dalam kehidupan bermasyarakat. “Fokus pembinaan karakter sejak usia dini ini sebagai investasi jangka panjang yang paling berharga bagi kita untuk memastikan keutuhan NKRI tetap terjaga di tangan generasi mendatang yang lebih kompetitif dan berbudaya,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri Edison Siagian menjelaskan bahwa ideologi merupakan dasar yang mempersatukan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia mengajak para siswa untuk memahami bahwa wawasan kebangsaan tidak hanya sebatas konsep, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Jangan sampai masih ada sampah di jalanan atau got. Ideologi itulah yang nantinya membuat kita merasa butuh untuk hidup bersih dan nyaman. Jangan hanya kagum melihat kota-kota di luar negeri yang bersih melalui TV, kita sendiri bisa mewujudkannya di sini dengan mulai mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya.
Penanggung jawab Tim Karakter dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri Bangun Sitohang menambahkan bahwa karakter tidak terbentuk secara otomatis, tetapi perlu dibangun melalui proses pendidikan dan pembiasaan. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila perlu diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi bahan pembelajaran di sekolah.
“Hakikat pendidikan itu bukan sekadar siapa yang mewarisi, tapi nilai apa yang akan diwariskan. Kami ingin Pancasila tidak lagi hanya jadi bahan pembicaraan, tapi benar-benar implementatif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bangun Sitohang.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman bibit tanaman di area Balai Kota Cirebon sebagai bagian dari implementasi program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Aksi tersebut diharapkan menjadi simbol bahwa pembangunan karakter generasi muda harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan serta dapat ditularkan oleh para pelajar di lingkungan sekolah masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....