Pembelajaran Ramadan 2026 Fokus Penguatan Karakter Siswa

  • 16 Feb 2026 18:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah resmi mengatur pelaksanaan pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah melalui Surat Edaran Bersama (SEB) tiga menteri yang diterbitkan pada Jumat, 13 Februari 2026. Kebijakan ini bertujuan memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang sehat secara jasmani dan rohani serta berkarakter mulia.

SEB tersebut diterbitkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri. Aturan ini mengatur jadwal pembelajaran bagi sekolah, madrasah, dan satuan pendidikan keagamaan selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Jajang Badruzaman, M.Ag, menjelaskan bahwa kebijakan ini menjadi pedoman bagi seluruh madrasah di Kabupaten Cirebon. “Kami di madrasah mengikuti ketentuan dalam SEB tersebut dengan menyesuaikan teknis pelaksanaan selama Ramadan,” ujarnya.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pembelajaran mandiri dilaksanakan pada 18 hingga 21 Februari 2026 di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat. Selanjutnya, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung di sekolah mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

Memasuki masa Idulfitri, pemerintah menetapkan libur bersama pada 16 hingga 27 Maret 2026. Kegiatan pembelajaran di sekolah dijadwalkan dimulai kembali pada 30 Maret 2026.

Dalam SEB tersebut juga ditegaskan bahwa pembelajaran mandiri tidak boleh membebani siswa dengan pekerjaan rumah atau proyek berlebihan. Selain itu, sekolah diminta menyesuaikan aktivitas fisik siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Intensitas pelajaran olahraga dan kegiatan fisik berat dikurangi, sementara kegiatan penguatan karakter seperti tadarus Al-Qur’an dan pesantren kilat ditingkatkan. “Kegiatan keagamaan menyangkut tentang akhlak. Di pembelajarannya memang diarahkan hal-hal yang fokus pada pendidikan karakter, dan keagamaan,” katanya.

Pihaknya juga mendorong peran aktif orang tua untuk mendampingi anak selama belajar mandiri di rumah serta membatasi penggunaan gawai agar tetap dalam batas wajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....