Puasa Jadi Madrasah Pengendali Hawa Nafsu
- 03 Mar 2026 22:43 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi sarana mendidik hawa nafsu agar manusia mencapai derajat takwa. Hal itu disampaikan Ustadz Dr. Ahmad Syathori, M.Ag dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon, Selasa 3 Maret 2026 dari Masjid Al Husna, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.
Dalam tausiyah bertema “Puasa Mendidik Syahwat”, ia menegaskan bahwa puasa merupakan madrasah spiritual untuk membentuk pribadi yang lebih taat kepada Allah SWT. “Bahwasanya puasa ini adalah merupakan madrasah,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama puasa sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an adalah membentuk insan bertakwa. Namun, untuk mencapai derajat tersebut dibutuhkan iman sebagai fondasi utama. “Kalau ingin menjadikan puasa kita bertakwa, modal pertamanya adalah harus ditopang dengan iman,” katanya.
Ia menjelaskan, tantangan terbesar dalam puasa bukan hanya menahan makan dan minum, melainkan mengendalikan hawa nafsu yang selalu mengajak pada keburukan. “Sesungguhnya hawa nafsu itu selalu mengajak menyuruh kepada kejelekan,” ucapnya.
Karena itu, puasa harus dimaknai lebih luas, bukan hanya menahan diri secara fisik, tetapi juga secara batin. “Bukan hanya puasanya badan kita, tetapi juga jiwanya juga puasa,” katanya.
Ustadz Ahmad juga mengingatkan sabda Nabi bahwa banyak orang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga. “Banyak sekali orang-orang yang puasa itu hanya dapatnya lapar dan dahaga,” ujarnya.
| Baca juga: Cara Tetap Bugar dan Produktif Selama Puasa |
Ia menilai, hal tersebut terjadi karena seseorang tidak mampu mengendalikan diri dari amarah, gosip, dan perbuatan sia-sia. Padahal, puasa menjadi momentum untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri, termasuk saat menghadapi emosi.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan jaminan Allah bagi orang yang bertakwa. “Barang siapa yang bertakwa… Allah akan jadikan persoalannya jadi gampang,” katanya.
Kedua, rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka. “Bagi orang yang bertakwa akan diberi rezeki yang tak terduga,” ujarnya.
| Baca juga: Wajarkah Lemas di Hari Pertama Puasa? |
Ketiga, Allah akan memberikan jalan keluar atas setiap persoalan hidup. Ia menekankan bahwa hidup pasti dihadapkan pada masalah, namun ketakwaan menjadi kunci solusi.
Menurutnya, kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh jabatan, harta, atau keturunan, melainkan oleh ketakwaannya. “Sesungguhnya kemuliaan kalian di sisi Allah adalah takwanya,” katanya.
Ia pun mengajak umat Islam memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta menjaga lisan dan perilaku. Dengan demikian, puasa benar-benar menjadi sarana pendidikan jiwa menuju pribadi yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....