Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Belahan Dunia

  • 20 Feb 2026 09:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga senja. Di balik kekhusyukannya, bulan suci ini membawa warna-warni tradisi yang unik di setiap negara.

Mari kita terbang sejenak menyusuri tradisi Ramadan yang membuktikan bahwa perbedaan budaya justru mempererat ukhuwah.

1. Mesir: Cahaya Lentera Fanous yang Ikonik

Jika Anda berkunjung ke Kairo saat Ramadan, mata Anda akan dimanjakan oleh kerlap-kerlip lampu hias di setiap sudut jalan. Ini adalah “Fanous”, lentera warna-warni yang menjadi simbol kebahagiaan Ramadan di Mesir sejak zaman Dinasti Fatimiyah.

Konon, warga menyalakan lentera ini untuk menyambut kedatangan Khalifah Al-Muizz Lideenillah yang tiba di Kairo pada malam Ramadan. Hingga kini, tanpa Fanous, Ramadan di Mesir terasa kurang lengkap.

2. Turki: Alunan Merdu Drummer Sahur (Davulcu)

Di saat teknologi alarm ponsel sudah menjamur, warga Turki masih setia menjaga tradisi Kesultanan Utsmaniyah. Lebih dari 2.000 penabuh drum yang mengenakan kostum tradisional Ottoman berkeliling lingkungan sambil menyanyikan puisi pujian untuk membangunkan warga saat sahur.

Suara tabuhan “Davul” (drum besar) ini memberikan nuansa nostalgia yang magis di tengah kesunyian malam.

3. Maroko: "Nafar" Sang Penjaga Waktu

Mirip dengan Turki, Maroko memiliki sosok bernama “Nafar”. Menggunakan pakaian tradisional “djellaba” dan topi runcing, Nafar akan meniup terompet panjang dengan nada yang khas di sepanjang jalan pemukiman.

Uniknya, seorang Nafar tidak dipilih sembarangan; mereka biasanya dipilih oleh warga setempat karena kejujuran dan ketulusannya dalam menjalankan tugas sukarela ini.

4. Pakistan: Perayaan Malam Idul Fitri (Chaand Raat)

Bergeser ke Asia Selatan, ada tradisi seru bernama “Chaand Raat” atau "Malam Bulan". Begitu hilal Idul Fitri terlihat, suasana seketika menjadi pesta rakyat.

Kaum wanita berbondong-bondong menuju pasar untuk membeli gelang warna-warni dan menghias tangan mereka dengan Henna (Mehendi). Toko-toko tetap buka hingga subuh, menciptakan atmosfer kegembiraan yang luar biasa sebelum hari kemenangan tiba.

5. Indonesia: Hangatnya Tradisi Ngabuburit dan Takjil

Tak lengkap rasanya jika tidak menengok negeri kita sendiri. Indonesia punya fenomena khas bernama “Ngabuburit”.

Dari berburu takjil di pasar kaget hingga sekadar berkumpul bersama teman, ngabuburit telah menjadi bagian dari gaya hidup lintas generasi. Keanekaragaman makanan seperti kolak, biji salak, hingga gorengan menjadi magnet yang menyatukan semua kalangan di sore hari.

Meski dipisahkan samudera dan perbedaan bahasa, esensi Ramadan di seluruh dunia tetap sama: momen refleksi diri, berbagi kebaikan, dan memperkuat ikatan keluarga. Setiap tradisi adalah cara unik manusia untuk mengekspresikan rasa syukur atas datangnya bulan yang penuh berkah ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....