Momentum Ramadan, Penjual Parsel Mulai Ramai di Kota Cirebon

  • 05 Mar 2026 16:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah penjual parsel mulai bermunculan di berbagai sudut Kota Cirebon. Kehadiran mereka menjadi salah satu penanda meningkatnya aktivitas ekonomi musiman yang biasa terjadi setiap bulan Ramadan.

Salah satu penjual parsel di Jalan Tuparev Kota Cirebon, Vivi, mengaku telah menjalankan usaha tersebut selama tiga tahun terakhir. Ia mengatakan, penjualan parsel dilakukan khusus saat momentum bulan puasa hingga menjelang Lebaran.

“Kalau kita berjualan tuh sudah tiga tahun ya, tiga tahun selama bulan puasa. Sampai sekarang ini yang ke-3 tahun,” ujarnya pada Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, parsel yang dijual memiliki berbagai variasi isi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Mulai dari parsel berisi makanan ringan, parsel campuran makanan dan perlengkapan rumah tangga, hingga parsel yang berisi barang pecah belah.

“Kita ada yang full food makanan, ada yang campur sama yang pecah belah, ada yang pecah belahnya aja ada,” ucapnya.

Untuk harga, parsel yang dijual ditawarkan mulai dari Rp85.000 per paket. Vivi juga memberikan potongan harga bagi konsumen yang membeli dalam jumlah banyak.

“Kita jual paling murah 85 ribu, tapi kalau pengambilan lebih banyak itu bisa kita kasih diskon,” katanya.

Vivi menambahkan, pembeli parsel tidak hanya berasal dari perorangan tetapi juga dari sejumlah perusahaan. Biasanya perusahaan memesan dalam jumlah cukup banyak untuk dibagikan sebagai bingkisan Lebaran. “Perorangan ada, perusahaan juga ada,” ujarnya.

Selama satu musim Ramadan, Vivi mengaku dapat menjual lebih dari seribu paket parsel. Jumlah tersebut berasal dari pesanan pelanggan maupun penjualan langsung di tempat.

Meski begitu, ia menilai penjualan tahun ini belum terlalu ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, hingga dua minggu menjelang Lebaran, pesanan masih datang secara bertahap.

“Ini karena kan dua minggu lagi ya, masih belum kayak boom gitu. Jadi masih kayak ngecer, tapi udah ada langganan-langganan dari perusahaan,” katanya.

Meski menghadapi kondisi tersebut, Vivi tetap optimistis menjalankan usahanya. Ia menilai pedagang harus tetap kreatif dan semangat dalam mencari peluang usaha, meskipun harga barang di pasaran mengalami kenaikan, “yang penting kita nyari uangnya itu lebih semangat. Jangan malas, harus kreatif,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....