Rujak Gamel Cirebon : Sensasi Gurih Kuah Pindang Makin Diburu Pelancong
- 27 Jul 2026 16:27 WIB
- Cirebon
Kota Cirebon, sebuah pesisir mempesona di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah, menyimpan pesona yang tak pernah habis untuk diulik. Sebagai wilayah persimpangan, kota ini memiliki kekayaan identitas yang sangat unik, mulai dari dialek bahasanya yang khas, keragaman budayanya, hingga pesona kulinernya yang melegenda. Keberagaman inilah yang membuat Cirebon selalu memiliki magnet tersendiri bagi siapa saja yang datang berkunjung.
Berbicara soal surga kuliner di Cirebon, rasanya kurang lengkap jika belum menyusuri sudut-sudut wilayah kabupatennya. Tepatnya di Desa Gamel, Kabupaten Cirebon, terdapat sebuah mahakarya kuliner tradisional yang menawarkan cita rasa autentik dan sukses membuat penikmatnya selalu ingin kembali. Kuliner tersebut dikenal dengan nama Rujak Gamel, sebuah hidangan sederhana yang menyimpan kelezatan luar biasa di setiap porsinya.
Sepintas, Rujak Gamel memiliki kemiripan dengan sajian rujak pada umumnya, yakni menggunakan isian bergizi dan mengenyangkan seperti kangkung rebus, mi kuning, serta aneka gorengan renyah. Namun, keistimewaan sesungguhnya terletak pada tambahan kerupuk basah yang memberikan sensasi tekstur kenyal nan memanjakan lidah. Komposisi perpaduan bahan ini kemudian disajikan dengan bumbu yang membedakannya dari rujak mana pun di Nusantara.
Kunci utama yang menjadi "nyawa" dari hidangan ini adalah penggunaan kuah pindang yang begitu ikonik. Kuah ini diracik khusus dari air rebusan ikan cue yang kaya akan kaldu rempah. Bagi sebagian orang yang baru pertama kali mendengarnya, mungkin akan terbayang aroma amis yang menyengat, tetapi justru di balik kaldu rebusan ikan inilah letak kenikmatan sejati Rujak Gamel yang menciptakan sensasi gurih dan umami.
Salah satu penjual Rujak Gamel Ibu Wati. Dedikasinya dalam melestarikan kuliner ini patut diacungi jempol, mengingat ia telah merintis usahanya sejak masih berusia 20 tahun hingga kini menginjak usia 54 tahun.
"Kalau sedang ramai, rata-rata saya bisa menghabiskan 25 bahkan sampai 30 ikat kangkung dalam sehari," tutur Ibu Wati menceritakan perputaran dagangannya.
Dahulu, hidangan berkuah sedap ini mungkin hanya menjadi konsumsi harian masyarakat lokal dan dinikmati secara terbatas di sekitar desa. Akan tetapi, arus digitalisasi dan pesatnya penyebaran informasi melalui media sosial telah mengubah nasib kuliner tradisional ini. Kini, kepopuleran Rujak Gamel telah menyebar luas, menembus batas wilayah dan dikenal pesat hingga ke telinga para pencinta kuliner di luar Cirebon.
Tidak heran jika saat ini Rujak Gamel telah bertransformasi menjadi salah satu rekomendasi kuliner wajib bagi para pelancong yang singgah. Bagi para wisatawan dari luar kota, terutama para pembuat konten ulasan makanan atau food vlogger, menikmati seporsi Rujak Gamel bukan sekadar mengenyangkan perut, melainkan sebuah pengalaman menjelajahi kekayaan rasa autentik dari Cirebon yang pantang untuk dilewatkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....