Decision Fatigue, Mengapa Memilih Bisa Membuat Lelah?
- 06 Okt 2026 09:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Memilih menu makan siang terdengar sederhana. Namun, bagaimana jika sejak pagi seseorang sudah harus menentukan pakaian, pekerjaan, jadwal, transportasi, hingga berbagai urusan keluarga?
Terlalu banyak pilihan ternyata dapat membuat proses mengambil keputusan terasa melelahkan. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah decision fatigue.
American Psychological Association membahas decision fatigue dalam konteks ketika banyak keputusan kecil dapat membuat seseorang menghadapi pilihan berikutnya dengan pertimbangan yang kurang cermat.
| Baca juga: Detoks Kafein: Perlukah Berhenti Minum Kopi? |
Kondisi tersebut menarik karena keputusan sehari-hari sering dianggap tidak membutuhkan banyak energi. Padahal, setiap pilihan tetap membutuhkan perhatian dan pertimbangan.
Contohnya bisa terjadi ketika seseorang berbelanja secara daring. Ada pilihan merek, ukuran, warna, harga, metode pembayaran, jasa pengiriman, hingga berbagai penawaran tambahan.
Semakin banyak pilihan, semakin banyak pula informasi yang harus diproses. Dalam kondisi lelah atau stres, seseorang dapat memilih pilihan standar hanya karena tidak ingin berpikir lebih lama.
| Baca juga: Tanda kalau Fokus Kita Sudah Rusak |
Decision fatigue juga menjelaskan mengapa seseorang terkadang merasa sangat lelah meskipun aktivitasnya tidak banyak melibatkan pekerjaan fisik. Beban tersebut dapat berasal dari keputusan yang terus-menerus harus dibuat.
Salah satu cara sederhana mengurangi beban keputusan adalah membuat rutinitas. Misalnya, menentukan menu tertentu untuk beberapa hari atau menyiapkan pakaian sebelum tidur.
Bukan berarti semua keputusan harus dihilangkan. Namun, keputusan yang tidak terlalu penting dapat dibuat lebih sederhana agar energi mental dapat digunakan untuk persoalan yang lebih membutuhkan perhatian.
Jadi, jika suatu hari Anda merasa lelah setelah menghadapi banyak pilihan, mungkin masalahnya bukan sekadar kesibukan. Bisa jadi, otak Anda sedang lelah karena terlalu banyak memutuskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....