Selalu Minum Air Dingin Bisa Menambah Berat Badan?
- 01 Okt 2026 00:44 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Anggapan bahwa terlalu sering minum air dingin dapat membuat berat badan bertambah masih cukup banyak beredar di masyarakat. Air dingin kerap dianggap dapat membuat lemak tubuh “membeku” atau memperlambat proses metabolisme. Namun, secara sederhana, air putih—baik dingin maupun tidak—tidak mengandung kalori, sehingga tidak secara langsung menyebabkan penambahan berat badan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa air tidak mengandung kalori dan mengganti minuman manis dengan air putih justru dapat membantu mengurangi asupan kalori.
Air dingin sering dikaitkan dengan berat badan ketika seseorang minum air dingin, tubuh memang perlu menyesuaikan suhu cairan tersebut dengan suhu tubuh. Akan tetapi, energi yang digunakan untuk proses tersebut tidak berarti membuat berat badan meningkat. Dengan demikian, tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa kebiasaan minum air dingin semata-mata menyebabkan penumpukan lemak. Berat badan pada dasarnya dipengaruhi oleh keseimbangan energi, pola makan, aktivitas fisik, tidur, kondisi kesehatan, serta berbagai faktor lainnya.
| Baca juga: Detoks Kafein: Perlukah Berhenti Minum Kopi? |
Ketika air putih digunakan untuk menggantikan minuman yang mengandung gula dan kalori, jumlah energi yang masuk ke tubuh dapat berkurang. CDC menjelaskan bahwa minuman berpemanis, seperti soda, minuman buah berpemanis, minuman energi dan berbagai minuman manis lainnya, berkaitan dengan peningkatan berat badan dan obesitas. Karena itu, pilihan air putih, termasuk air dingin, dapat menjadi alternatif yang rendah kalori.
Penambahan berat badan tidak ditentukan oleh suhu air yang diminum, melainkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi keseimbangan energi dalam jangka waktu tertentu. Asupan kalori yang melebihi kebutuhan tubuh secara terus-menerus dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan. CDC juga menekankan pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik dalam menjaga berat badan.
Pada dasarnya, manfaat utama air tetap berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan cairan tubuh, bukan suhunya. Air membantu mencegah dehidrasi dan mendukung berbagai fungsi normal tubuh. CDC bahkan mencantumkan air dingin sebagai salah satu pilihan yang dapat dikonsumsi sepanjang hari, termasuk dengan menyimpan air di lemari pendingin.
Masyarakat perlu membedakan air dingin dengan minuman dingin yang mengandung gula. Es teh manis, minuman bersoda, kopi dengan gula dan krimer, minuman energi, atau minuman kemasan tetap dapat menyumbang kalori dalam jumlah cukup besar meskipun disajikan dingin. CDC mencatat bahwa minuman berpemanis merupakan sumber gula tambahan dan konsumsi berlebihan berkaitan dengan kenaikan berat badan.
Jadi, benarkah selalu minum air dingin bisa menambah berat badan? Jawabannya, tidak secara langsung. Air putih dingin tidak memiliki kalori sehingga bukan penyebab langsung bertambahnya lemak tubuh. Yang lebih perlu diperhatikan adalah keseluruhan pola makan dan minuman sehari-hari, jumlah kalori, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan. Bagi masyarakat yang ingin menjaga berat badan, mengganti minuman manis dengan air putih—dingin maupun suhu ruang—dapat menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang mendukung pola hidup sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....