Berapa Lama Sayur yang Dibeli Masih Memiliki Nilai Manfaat saat Dikonsumsi?

  • 01 Okt 2026 00:48 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Sayuran merupakan salah satu sumber pangan penting yang menyediakan vitamin, mineral, serat dan berbagai senyawa yang dibutuhkan tubuh. Namun, setelah dipanen dan dibeli, kualitas sayuran tidak berhenti begitu saja. Proses perubahan tetap berlangsung selama penyimpanan sehingga kesegaran, tekstur, rasa dan sebagian kandungan gizinya dapat menurun. USDA menjelaskan bahwa lama penyimpanan buah dan sayuran sangat beragam, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung jenis dan cara penyimpanannya.

Sayuran masih disebut layak dan bermanfaat dikonsumsi tidak ada satu batas waktu yang berlaku untuk semua jenis sayuran. Sayuran berdaun seperti selada dan beberapa sayuran segar yang mudah rusak umumnya membutuhkan penyimpanan dingin, sementara kentang, ubi jalar dan bawang kering justru tidak dianjurkan disimpan di dalam lemari pendingin. USDA menyebutkan bahwa kondisi penyimpanan yang tepat diperlukan untuk mempertahankan kualitas masing-masing jenis produk.

Kandungan dan kualitas sayuran dapat menurun setelah dipanen karena masih mengalami proses biologis dan kimia. USDA Agricultural Research Service menjelaskan bahwa enzim alami dalam buah dan sayuran dapat menyebabkan perubahan warna, rasa serta kehilangan sebagian nutrien selama penyimpanan. Suhu juga menjadi salah satu faktor penting karena suhu penyimpanan yang lebih tinggi dapat mempercepat proses respirasi dan kerusakan produk.

Untuk sayuran yang memang memerlukan pendinginan, FDA merekomendasikan penyimpanan di lemari es dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Sayuran yang telah dipotong atau dikemas juga perlu segera didinginkan. Penyimpanan yang tepat bukan hanya membantu mempertahankan kualitas, tetapi juga memperlambat pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan atau penyakit bawaan pangan.

Perubahan tekstur, warna, bau, munculnya lendir atau pertumbuhan jamur dapat menjadi tanda sayuran sudah mengalami kerusakan. Namun, keamanan makanan tidak selalu dapat dinilai hanya dari penampilan atau aroma karena mikroorganisme penyebab penyakit dapat terdapat pada makanan tanpa mengubah rasa, bau maupun tampilannya. Karena itu, sayuran yang menunjukkan tanda pembusukan sebaiknya tidak dikonsumsi.

Pada prinsipnya, semakin cepat sayuran yang mudah rusak dikonsumsi setelah dibeli dan disimpan dengan benar, semakin baik untuk mempertahankan kesegaran dan kualitasnya. Masyarakat juga disarankan membeli sayuran dalam jumlah yang sesuai kebutuhan, tidak menunda penyimpanan setelah tiba di rumah, serta memisahkan produk yang rusak dari sayuran lainnya. FDA menekankan bahwa sayuran segar yang membutuhkan pendinginan sebaiknya segera dimasukkan ke lemari es setelah dibeli.

Tidak ada angka pasti seperti tiga atau tujuh hari yang berlaku untuk seluruh jenis sayuran. Nilai manfaat dan keamanan sayuran dipengaruhi oleh jenis, kondisi saat dibeli, tingkat kesegaran, suhu serta cara penyimpanannya. Karena itu, masyarakat sebaiknya memperhatikan karakter masing-masing sayuran, menyimpannya dengan tepat dan mengutamakan konsumsi saat kondisinya masih segar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....