Keluar Rumah 20 Menit Tiap Pagi Disebut Baik untuk Otak, Ini Penjelasan Ahli
- 07 Agt 2026 09:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Kebiasaan keluar rumah selama sekitar 20 menit setiap pagi kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah penelitian menunjukkan manfaatnya bagi kesehatan otak dan mental. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, terkena sinar matahari pagi, atau sekadar duduk di luar rumah disebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi, suasana hati, dan kualitas tidur. Tren ini banyak dibahas oleh ahli kesehatan dan psikologi di berbagai media kesehatan internasional.
Manfaat tersebut terutama berkaitan dengan paparan cahaya alami pada pagi hari. Cahaya matahari membantu mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang memengaruhi tidur, kewaspadaan, dan fungsi otak. Ketika ritme sirkadian bekerja dengan baik, seseorang cenderung lebih fokus dan memiliki energi yang lebih stabil sepanjang hari.
| Baca juga: Tips Aman Bersepeda di Atas 50 Tahun |
Menurut Harvard Health Publishing, paparan cahaya pagi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mendukung fungsi kognitif. Cahaya alami memberi sinyal kepada otak untuk menekan produksi hormon melatonin yang menyebabkan kantuk, sehingga tubuh menjadi lebih siap untuk beraktivitas. Efek ini juga berkaitan dengan peningkatan kemampuan berpikir dan perhatian.
Selain cahaya matahari, aktivitas fisik ringan seperti berjalan selama 20 menit juga memberi manfaat langsung bagi otak. Mayo Clinic menjelaskan bahwa olahraga ringan dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan membantu menjaga kesehatan sel-sel saraf. Bahkan jalan kaki singkat di pagi hari dapat membantu memperbaiki mood dan mengurangi stres.
Penelitian lain yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa paparan cahaya alami di pagi hari berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik pada malam hari. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi proses memori, pembelajaran, dan pemulihan otak. Dengan kata lain, manfaat keluar rumah pagi hari tidak hanya dirasakan saat itu juga, tetapi juga memengaruhi fungsi otak dalam jangka panjang.
Psikolog juga menilai kebiasaan ini dapat membantu mengurangi perasaan terisolasi, terutama pada orang yang banyak bekerja atau belajar di dalam ruangan. Melihat lingkungan luar, pepohonan, langit, atau aktivitas masyarakat dapat memberikan stimulasi sensorik yang positif bagi otak. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa kontak dengan lingkungan hijau dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kelelahan mental.
Jadi, siapa yang disarankan melakukannya dan bagaimana caranya? Para ahli menyarankan siapa saja, baik pelajar, pekerja, maupun lansia, untuk meluangkan sekitar 20 menit antara pukul 06.00–09.00 pagi untuk berada di luar ruangan. Tidak harus berolahraga berat; berjalan santai, menyiram tanaman, atau duduk sambil menikmati udara pagi sudah cukup memberi manfaat. Kebiasaan sederhana ini dinilai sebagai langkah murah dan mudah untuk membantu menjaga kesehatan otak, suasana hati, dan kualitas tidur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....