Kimpul Jadi Tren di Medsos, Benarkah Lebih Sehat daripada Nasi?
- 07 Agt 2026 08:38 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Fenomena kimpul mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah banyak kreator kuliner membagikan resep yang mengganti nasi atau kentang dengan umbi lokal tersebut. Pertanyaan pun muncul dari warganet: benarkah kimpul lebih sehat daripada nasi putih? Tren ini semakin populer di TikTok dan Instagram dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah konten tentang olahan kimpul masuk ke halaman FYP banyak pengguna.
Kimpul adalah umbi dari keluarga talas-talasan yang sejak lama dikenal sebagai bahan pangan tradisional di berbagai daerah Indonesia. Kini, makanan yang dulu dianggap sederhana itu kembali menarik perhatian publik karena diolah menjadi berbagai menu kekinian seperti mashed kimpul, dumpling, camilan, hingga pengganti nasi dalam menu diet. Fenomena ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap sumber karbohidrat lokal selain beras.
Kimpul memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah dibandingkan nasi putih dalam berat yang sama. Hal itu dipengaruhi oleh kadar air kimpul yang lebih tinggi. Selain itu, kandungan serat kimpul juga lebih tinggi sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan nasi putih. Penjelasan ini disampaikan saat diwawancarai detikcom pada awal Agustus 2026.
Jika dibandingkan dengan sumber karbohidrat lain, kandungan gizi kimpul juga memiliki karakteristik tersendiri. Karbohidratnya sedikit lebih rendah daripada singkong, sementara profil gizinya tidak jauh berbeda dengan kentang. Kimpul juga mengandung karbohidrat kompleks dan serat yang membuatnya dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan sumber energi dalam menu sehari-hari, termasuk bagi orang yang sedang mengatur pola makan.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa menyebut kimpul “lebih sehat” daripada nasi tidak bisa dilakukan secara mutlak. Nasi putih tetap merupakan sumber energi utama bagi banyak masyarakat Indonesia dan memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan kalori harian. Kesehatan makanan tidak hanya ditentukan oleh satu bahan, tetapi juga oleh porsi, cara pengolahan, serta keseimbangan lauk, sayur, buah, dan asupan harian secara keseluruhan.
Popularitas kimpul di media sosial juga berkaitan dengan tren mengangkat kembali pangan lokal Indonesia. Banyak kreator memilih kimpul karena teksturnya lembut, rasanya netral, dan mudah diolah menjadi makanan gurih maupun manis. Pengamat kuliner menilai tren ini bukan sekadar viral sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan produk pangan lokal yang lebih beragam dan bernilai ekonomi.
Jadi, benarkah kimpul lebih sehat daripada nasi? Jawabannya: kimpul bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat yang lebih tinggi serat dan lebih rendah karbohidrat dibandingkan nasi putih, namun bukan berarti otomatis lebih baik untuk semua orang. Bagi masyarakat yang ingin mencoba variasi pangan lokal atau sedang mengatur asupan kalori dan serat, kimpul dapat menjadi pilihan yang menarik. Namun, pola makan seimbang tetap menjadi kunci utama kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....