Begadang dan Kaitannya Dengan Keharusan Makan Malam
- 30 Sep 2026 22:07 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon, - Kebiasaan begadang sering membuat seseorang merasa lapar kembali meskipun sudah makan malam. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah orang yang tidur larut malam memang harus makan lagi? Secara umum, tidak semua orang yang begadang harus mengonsumsi makanan tambahan. Kebutuhan makan bergantung pada aktivitas, kebutuhan energi, waktu makan sebelumnya, serta kondisi kesehatan masing-masing.
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), waktu makan berhubungan dengan ritme sirkadian, yaitu sistem biologis tubuh yang mengatur berbagai fungsi selama siklus 24 jam. Penelitian dalam bidang chrononutrition menunjukkan bahwa bukan hanya jenis dan jumlah makanan yang penting, tetapi juga kapan makanan dikonsumsi.
Ketika seseorang begadang hingga larut malam, munculnya rasa lapar dapat dipengaruhi oleh lamanya tubuh terjaga. Kurang tidur juga dapat memengaruhi metabolisme dan pengaturan nafsu makan. National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa orang yang terlalu lama terjaga cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan, terutama pada malam hari, sementara kurang tidur juga berkaitan dengan gangguan respons tubuh terhadap insulin.
NHLBI menyarankan pola makan teratur dan menghindari makan malam terlalu larut, terutama bagi orang yang mengalami gangguan tidur. Makan dalam jumlah besar menjelang tidur juga dapat membuat tubuh masih melakukan proses pencernaan ketika seharusnya mulai memasuki periode istirahat.
Penelitian yang didukung NIH terhadap 19 orang dewasa sehat dalam kondisi simulasi kerja malam menemukan bahwa konsumsi makanan pada malam hari meningkatkan kadar glukosa darah, sedangkan pembatasan makan pada siang hari mencegah peningkatan tersebut. Namun, penelitian tersebut merupakan studi kecil dan dilakukan dalam kondisi terkontrol, sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui dampaknya pada pekerja shift dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat yang harus begadang untuk bekerja, belajar atau menjalankan aktivitas tertentu, makan tambahan pada malam hari tidak otomatis menjadi keharusan. Jika memang lapar, pilihan makanan dengan porsi wajar dan tetap memperhatikan kualitas makanan dapat dipertimbangkan. Sebaliknya, makan hanya karena terbiasa ngemil saat begadang dapat meningkatkan asupan energi tanpa selalu dibutuhkan tubuh.
Begadang tidak berarti seseorang wajib makan malam atau makan lagi pada tengah malam. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan teratur, memilih makanan bergizi, mencukupi kebutuhan tidur, dan menyesuaikan waktu makan dengan aktivitas serta kondisi kesehatan. Bukti mengenai hubungan waktu makan, tidur dan metabolisme terus berkembang, sehingga tidak tepat menjadikan satu aturan waktu makan sebagai ketentuan yang berlaku sama untuk semua orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....