Tanda Tubuh Kekurangan Magnesium yang Perlu Diwaspadai
- 19 Jul 2026 09:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Magnesium merupakan salah satu mineral penting yang berperan dalam lebih dari 300 reaksi enzim di dalam tubuh. Nutrisi ini membantu menjaga fungsi otot dan saraf, mengatur tekanan darah, mendukung kesehatan tulang, serta berperan dalam produksi energi. Sayangnya, gejala kekurangan magnesium sering kali tidak disadari karena muncul secara bertahap dan menyerupai gangguan kesehatan lainnya.
Menurut National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements, orang yang mengalami kekurangan magnesium dapat merasakan gejala awal seperti kehilangan nafsu makan, mual, muntah, tubuh mudah lelah, dan lemas. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, kekurangan magnesium dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah kram otot dan kedutan pada kelopak mata atau bagian tubuh lainnya. Magnesium berperan penting dalam mengatur kontraksi dan relaksasi otot. Ketika kadarnya rendah, saraf dan otot menjadi lebih mudah terstimulasi sehingga memicu kram atau kejang otot. Penjelasan ini juga disampaikan oleh Cleveland Clinic, yang menyebutkan bahwa kekurangan magnesium dapat menyebabkan kejang otot, tremor, hingga sensasi kesemutan.
Selain gangguan otot, kekurangan magnesium juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Beberapa orang mengeluhkan mudah cemas, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami perubahan suasana hati. Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients oleh Boyle, Lawton, dan Dye (2017) menemukan bahwa asupan magnesium yang cukup berpotensi membantu mengurangi gejala kecemasan ringan pada sebagian orang, meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuan tersebut.
Gangguan tidur juga dapat menjadi salah satu sinyal tubuh kekurangan magnesium. Mineral ini berperan dalam mengatur fungsi saraf dan membantu tubuh menjadi lebih rileks. Menurut Sleep Foundation, magnesium mendukung kerja neurotransmiter yang berhubungan dengan kualitas tidur sehingga kadar magnesium yang rendah dapat membuat seseorang lebih sulit tidur atau sering terbangun pada malam hari.
Dalam kondisi yang lebih berat, kekurangan magnesium dapat memicu detak jantung tidak teratur (aritmia). Mayo Clinic menjelaskan bahwa magnesium berperan penting dalam menjaga irama jantung tetap normal. Oleh karena itu, individu yang memiliki penyakit tertentu, mengonsumsi obat diuretik dalam jangka panjang, atau mengalami gangguan penyerapan nutrisi memiliki risiko lebih tinggi mengalami defisiensi magnesium.
Untuk memenuhi kebutuhan magnesium, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya mineral ini, seperti bayam, kacang almond, kacang mete, biji labu, kedelai, alpukat, pisang, oatmeal, dan cokelat hitam. Berdasarkan rekomendasi National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements, kebutuhan magnesium harian orang dewasa berkisar 310–420 miligram, tergantung usia dan jenis kelamin.
Jika Anda sering mengalami kram otot, mudah lelah, atau gangguan tidur yang berlangsung lama tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya jangan mengabaikannya. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya, termasuk kemungkinan kekurangan magnesium. Dengan pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup sehat, kebutuhan magnesium umumnya dapat terpenuhi sehingga berbagai fungsi tubuh tetap berjalan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....