Temulawak, Minuman Pahit yang Menyimpan Potensi Besar

  • 10 Sep 2026 08:17 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Temulawak, Minuman Pahit yang Menyimpan Potensi Besar

RRI.CO.ID, Cirebon - Temulawak merupakan salah satu tanaman rimpang yang sangat dekat dengan tradisi jamu Indonesia. Warnanya kuning-oranye, aromanya khas, dan rasanya cenderung pahit. Meskipun demikian, temulawak tetap menjadi salah satu bahan jamu yang populer.

Temulawak dikenal dengan nama ilmiah Curcuma xanthorrhiza. Tanaman ini berasal dari kawasan Asia Tenggara dan telah lama digunakan dalam tradisi pengobatan masyarakat Indonesia.

Dalam berbagai racikan tradisional, temulawak dapat dibuat menjadi minuman dengan tambahan kencur, asam, gula aren, daun pandan, atau rempah lainnya. Kombinasi tersebut membuat rasa pahit temulawak menjadi lebih mudah diterima.

Kementerian Kesehatan RI menyebut temulawak sebagai salah satu tanaman yang telah dimanfaatkan masyarakat selama berabad-abad. Secara tradisional, temulawak digunakan untuk berbagai keluhan, termasuk gangguan pencernaan, mual, dan untuk membantu meningkatkan nafsu makan.

Salah satu komponen yang menarik perhatian adalah xanthorrhizol. Temulawak juga mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri.

Penelitian terhadap komponen-komponen tersebut terus dilakukan. Aktivitas antioksidan dan berbagai aktivitas biologis lainnya membuat temulawak menarik dalam penelitian pangan dan kesehatan.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa hasil penelitian terhadap ekstrak atau senyawa tertentu tidak selalu sama dengan efek minuman temulawak yang dibuat di rumah.

Jumlah bahan, metode perebusan, lama pemanasan, dan bahan tambahan dapat memengaruhi komposisi minuman. Karena itu, temulawak sebaiknya dinikmati secara wajar. Kementerian Kesehatan mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi jamu secara berlebihan, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Dari sisi budaya, temulawak juga memperlihatkan hubungan erat antara masyarakat Indonesia dengan tanaman lokal. Rimpang yang tumbuh di tanah kemudian diolah menjadi minuman yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Rasa pahitnya bahkan memiliki cerita tersendiri. Dalam tradisi jamu, rasa pahit sering kali tidak dianggap sebagai kekurangan.

Justru rasa tersebut menjadi bagian dari identitas minuman herbal. Saat ini temulawak juga telah dikembangkan menjadi berbagai produk modern.

Bentuknya dapat berupa serbuk instan, minuman siap konsumsi, hingga bahan dalam produk pangan. Keajaiban temulawak terletak pada perpaduan antara tradisi dan penelitian modern.

Tanaman yang dahulu digunakan berdasarkan pengalaman masyarakat kini semakin banyak dipelajari oleh dunia ilmiah. Namun, pesan terpenting tetap sama. Jamu dapat menjadi bagian dari budaya kesehatan, tetapi bukan pengganti diagnosis dan terapi medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....