Kopi, Minuman Pahit yang Ternyata Banyak Diteliti

  • 08 Sep 2026 08:34 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Kopi, Minuman Pahit yang Ternyata Banyak Diteliti

RRI.CO.ID, Cirebon - Bagi sebagian orang, pagi hari terasa belum lengkap tanpa secangkir kopi. Aromanya yang khas dan rasa pahitnya telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menariknya, kopi bukan hanya populer sebagai minuman untuk mengusir kantuk. Minuman ini juga menjadi salah satu pangan yang paling banyak diteliti dalam bidang kesehatan.

Kopi mengandung kafein yang dikenal sebagai zat stimulan. Dalam jumlah tertentu, kafein dapat meningkatkan kewaspadaan, energi, dan kemampuan berkonsentrasi. Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebut bahwa dosis kafein rendah hingga sedang dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi, meskipun respons setiap orang berbeda.

Namun, kopi tidak hanya berisi kafein. Minuman ini merupakan campuran kompleks yang mengandung lebih dari seribu senyawa kimia.

Beberapa di antaranya adalah polifenol, termasuk asam klorogenat, serta sejumlah mineral dan senyawa tanaman lainnya. Komponen-komponen tersebut diduga berperan dalam berbagai hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan.

Berbagai penelitian observasional menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis. Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebut hubungan tersebut antara lain terlihat pada diabetes tipe 2, penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan penyakit Parkinson.

Kopi bukan berarti semakin banyak semakin sehat. Konsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur, atau efek tidak nyaman lainnya.

Harvard Health merangkum rekomendasi penelitian yang menyarankan batas sekitar 400 miligram kafein per hari bagi kebanyakan orang dewasa sehat, meskipun sensitivitas tiap orang berbeda. Cara menikmati kopi juga penting. Kopi hitam tanpa banyak gula dan krimer tentu berbeda dengan minuman kopi yang mengandung banyak sirup, gula, krim, atau topping.

Penambahan tersebut dapat meningkatkan jumlah kalori dan gula dalam minuman. Penelitian terbaru juga menarik perhatian terhadap hubungan kopi dengan kesehatan saluran pencernaan.

Harvard T.H. Chan School of Public Health melaporkan penelitian yang menemukan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan perubahan tertentu pada komposisi bakteri usus, meskipun mekanisme dan dampak jangka panjangnya masih terus dipelajari. Jadi, keajaiban kopi bukan terletak pada kemampuannya sebagai obat.

Kopi lebih tepat dipandang sebagai minuman yang dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat bagi sebagian orang, terutama jika dikonsumsi secara wajar. Bagi penikmat kopi, kabar baiknya adalah secangkir kopi tidak harus selalu dianggap sebagai kebiasaan buruk. Yang penting adalah memperhatikan jumlah, waktu konsumsi, kondisi tubuh, dan bahan tambahan yang digunakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....