Apakah Identik Berat Badan Berlebih dengan Pengeroposan Tulang ?
- 31 Agt 2026 21:53 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Berat badan berlebih atau obesitas selama ini sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, tetapi apakah kondisi tersebut otomatis berarti seseorang mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis? Jawabannya tidak sesederhana itu. Hubungan antara obesitas dan kesehatan tulang ternyata cukup kompleks. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan obesitas dapat memiliki kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD) yang lebih tinggi, tetapi kondisi tersebut tidak selalu berarti tulangnya lebih kuat atau terbebas dari risiko patah tulang.
Osteoporosis sendiri merupakan kondisi ketika massa dan struktur tulang mengalami perubahan sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), risiko osteoporosis dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, perubahan hormon, pola makan yang kurang kalsium dan vitamin D, serta ukuran tubuh. Menariknya, tubuh yang terlalu kurus justru merupakan salah satu faktor risiko osteoporosis yang lebih jelas.
Namun, bukan berarti berat badan berlebih sepenuhnya melindungi seseorang dari masalah tulang. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko patah tulang pada bagian tubuh tertentu, meskipun kepadatan tulangnya relatif tinggi. Penelitian menemukan bahwa risiko patah tulang pada orang dengan obesitas dapat dipengaruhi oleh kualitas tulang, distribusi lemak tubuh, risiko terjatuh, serta kondisi metabolik lainnya. Dengan kata lain, kepadatan tulang yang tinggi tidak selalu menggambarkan kekuatan tulang secara keseluruhan.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Lemak tubuh yang berlebihan, khususnya lemak visceral atau lemak di sekitar organ dalam, dapat berkaitan dengan peradangan kronis dan perubahan hormon yang berpotensi memengaruhi kualitas serta struktur tulang. Obesitas juga dapat disertai kekurangan vitamin D, berkurangnya aktivitas fisik, gangguan fungsi otot, serta meningkatnya risiko jatuh. Faktor-faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap terjadinya patah tulang meskipun hasil pemeriksaan kepadatan tulang terlihat cukup baik.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang dengan berat badan berlebih melakukan penurunan berat badan secara drastis atau tidak terkontrol. Kajian terbaru menunjukkan bahwa penurunan berat badan melalui perubahan gaya hidup dapat disertai peningkatan proses resorpsi tulang dan penurunan kecil tetapi menetap pada kepadatan mineral tulang, terutama di area panggul. Karena itu, program penurunan berat badan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada angka timbangan, tetapi juga mempertahankan kesehatan tulang melalui aktivitas fisik yang tepat serta asupan nutrisi yang memadai.
Menjaga berat badan dalam rentang yang sehat tetap penting, tetapi tidak berarti seseorang harus melakukan diet ekstrem. Aktivitas fisik secara teratur, terutama latihan yang melibatkan beban dan latihan kekuatan, asupan kalsium serta vitamin D yang cukup, protein yang memadai, dan menghindari kebiasaan yang dapat merusak kesehatan tulang merupakan bagian penting dari upaya menjaga tulang. Bagi orang yang memiliki faktor risiko osteoporosis atau pernah mengalami patah tulang, pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan apakah diperlukan pemeriksaan kepadatan tulang.
Jadi, berat badan berlebih tidak identik dengan pengeroposan tulang, tetapi juga tidak otomatis membuat tulang lebih kuat. Hubungan antara berat badan, kepadatan tulang, kualitas tulang dan risiko patah tulang dipengaruhi banyak faktor. Bahkan, penelitian terbaru menegaskan adanya apa yang disebut density-fragility paradox, yaitu kondisi ketika seseorang memiliki BMD yang relatif tinggi tetapi tetap dapat mengalami kerapuhan atau patah tulang pada lokasi tertentu. Karena itu, menjaga kesehatan tulang sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya dengan melihat berat badan atau hasil kepadatan tulang semata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....