Apa Penyebab Perut Bunyi “Keroncongan” ketika Rasa Lapar?

  • 31 Agt 2026 22:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Suara perut berbunyi atau sering disebut “keroncongan” menjadi hal yang sangat umum ketika seseorang mulai merasa lapar. Suara tersebut dalam istilah medis dikenal sebagai borborygmi, yakni bunyi yang muncul akibat pergerakan gas, cairan, makanan, dan hasil pencernaan di dalam saluran pencernaan. Jadi, suara keroncongan sebenarnya tidak selalu berasal dari lambung, tetapi juga dapat berasal dari usus halus maupun usus besar.

Suara perut tersebut lebih sering terdengar ketika lapar ketika lambung dalam keadaan kosong, tubuh tetap menjalankan aktivitas sistem pencernaan. Hormon ghrelin, yang berkaitan dengan rasa lapar, dapat merangsang pergerakan otot lambung dan usus. Kontraksi tersebut membantu menggerakkan isi saluran pencernaan dan gas sehingga menghasilkan suara yang terkadang terdengar cukup keras. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa rasa lapar dan suara perut memang sering muncul bersamaan sebagai bagian dari respons normal tubuh.

Hal ini terjadi karena saluran pencernaan memiliki otot yang terus melakukan gerakan untuk mencampur dan mendorong makanan serta cairan. Ketika jumlah makanan di dalam saluran pencernaan lebih sedikit, suara dari pergerakan gas dan cairan dapat terdengar lebih jelas. Karena itu, perut bisa berbunyi bukan hanya sebelum makan, tetapi juga setelah makan ketika makanan dan cairan sedang bergerak melalui usus.

Hampir setiap orang dapat mengalami suara perut keroncongan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Suara tersebut dapat semakin terasa ketika seseorang melewatkan waktu makan, makan lebih sedikit dari biasanya, melakukan aktivitas fisik lebih banyak atau sedang menjalani puasa. Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa rasa lapar dapat disertai penurunan energi dan pada sebagian orang muncul sensasi gemetar atau pusing.

Salah satu langkah sederhana untuk mengurangi perut yang "keroncongan" adalah menjaga jadwal makan yang teratur dan mengonsumsi makanan dengan komposisi seimbang. Asupan protein dan serat dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Minum air yang cukup juga penting untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh. Namun, suara perut tidak perlu sengaja ditekan atau dianggap sebagai penyakit apabila hanya muncul sesekali tanpa disertai keluhan lain.

Suara keroncongan pada dasarnya merupakan bagian dari aktivitas normal sistem pencernaan. Namun, apabila bunyi tersebut terus-menerus disertai nyeri perut, muntah, diare atau sembelit yang menetap, darah dalam tinja, penurunan berat badan tanpa sebab, atau keluhan lain yang mengganggu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya masalah pencernaan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan demikian, perut berbunyi ketika lapar bukan berarti lambung sedang bermasalah. Suara “keroncongan” umumnya merupakan hasil aktivitas alami otot saluran pencernaan yang menggerakkan gas dan cairan, dan rasa lapar dapat membuat suara tersebut lebih terdengar. Memahami proses ini penting agar masyarakat tidak langsung menganggap setiap bunyi dari perut sebagai tanda penyakit. Namun, apabila suara tersebut disertai gejala yang tidak biasa atau berlangsung terus-menerus, pemeriksaan medis menjadi langkah yang tepat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....