Benarkah Mulut Ikan Lele Banyak Mengandung Penyakit bila Dikonsumsi?

  • 31 Agt 2026 18:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Anggapan bahwa mulut ikan lele mengandung banyak penyakit sehingga tidak layak dikonsumsi masih sering beredar di tengah masyarakat. Namun, para ahli menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bagian mulut lele lebih berbahaya dibanding bagian tubuh lainnya, selama ikan berasal dari budidaya yang sehat, dibersihkan dengan benar, dan dimasak hingga matang.

Persepsi tersebut muncul karena lele dikenal sebagai ikan dasar (bottom feeder) yang mencari makan di dasar perairan. Akibatnya, banyak orang menganggap bagian mulut menjadi tempat berkumpulnya kuman atau bakteri. Padahal, risiko kontaminasi tidak hanya terdapat pada mulut, melainkan dapat terjadi pada seluruh tubuh ikan apabila dipelihara di lingkungan yang tercemar atau diolah secara tidak higienis.

Pakar budidaya perikanan dari IPB University menjelaskan bahwa praktik budidaya lele saat ini telah berkembang jauh lebih baik dengan penggunaan pakan yang terstandar serta pengelolaan kualitas air yang lebih terkontrol. Karena itu, lele hasil budidaya yang baik aman dikonsumsi dan tidak dapat disamakan dengan ikan yang hidup di perairan tercemar.

Dari sisi keamanan pangan, yang terpenting adalah memilih lele yang masih segar, membersihkan lendir serta isi perutnya secara menyeluruh, kemudian memasaknya hingga matang sempurna. Proses pemanasan akan membantu membunuh sebagian besar bakteri maupun mikroorganisme penyebab penyakit yang mungkin terdapat pada ikan mentah.

Masyarakat juga perlu membedakan antara mulut lele dan patil lele. Patil merupakan duri keras pada sirip yang dapat menyebabkan luka saat mengenai kulit karena mengandung zat yang memicu nyeri. Namun, hal tersebut tidak berkaitan dengan anggapan bahwa mulut lele berbahaya untuk dikonsumsi setelah dimasak.

Klaim bahwa mulut ikan lele banyak mengandung penyakit sehingga tidak boleh dimakan tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Risiko kesehatan lebih ditentukan oleh kualitas budidaya, kebersihan saat pengolahan, dan kematangan proses memasak, bukan semata-mata karena bagian mulut ikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....