Benarkah Terlalu Sering Gagal Bisa Bikin Orang Menyerah?

  • 15 Mei 2026 19:32 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Learned helplessness adalah keadaan ketika seseorang merasa tidak memiliki kontrol terhadap situasi yang dihadapi

RRI, CO ID, Cirebon - Bayangkan seseorang yang sudah berulang kali mencoba melakukan sesuatu tetapi selalu gagal. Setelah mengalami kegagalan terus-menerus, ia akhirnya berhenti mencoba sama sekali. Kondisi ini dalam psikologi dikenal sebagai learned helplessness.

Dilansir dari verywellmind,learned helplessness adalah keadaan ketika seseorang merasa tidak memiliki kontrol terhadap situasi yang dihadapi. Akibatnya ia berhenti berusaha meskipun sebenarnya masih ada peluang untuk berhasil.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Martin Seligman melalui serangkaian penelitian pada tahun 1960-an. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kegagalan yang berulang dapat membuat seseorang merasa tidak berdaya.

Ketika seseorang percaya bahwa usahanya tidak akan mengubah hasil, ia cenderung menyerah lebih cepat. Bahkan ketika kesempatan untuk berhasil muncul, ia mungkin tidak lagi mencoba.

Fenomena ini sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seorang siswa yang beberapa kali gagal dalam pelajaran matematika mungkin mulai percaya bahwa dirinya tidak berbakat dalam bidang tersebut.

Akibatnya ia berhenti berusaha belajar lebih keras karena merasa hasilnya tidak akan berubah. Learned helplessness juga sering dikaitkan dengan kondisi depresi.

Perasaan tidak memiliki kontrol terhadap hidup dapat membuat seseorang kehilangan motivasi dan harapan. Namun kabar baiknya, kondisi ini dapat diatasi.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membangun kembali rasa kontrol terhadap kehidupan. Misalnya dengan menetapkan tujuan kecil yang realistis dan merayakan setiap kemajuan yang dicapai.

Dukungan dari lingkungan juga sangat penting. Ketika seseorang mendapatkan dorongan positif dari orang lain, ia lebih mudah membangun kembali kepercayaan dirinya. Pada akhirnya, learned helplessness menunjukkan betapa kuatnya pengaruh pengalaman terhadap cara seseorang memandang kemampuannya sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....