Riset Ungkap Tiga Kebiasaan untuk Jaga Kesehatan Otak

  • 10 Agt 2026 12:09 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Menjaga kesehatan sejak usia paruh baya ternyata dapat berkaitan dengan kondisi otak pada masa lanjut usia. Laporan The Guardian mengenai sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa tidak merokok, memiliki tekanan darah yang terkendali, dan terhindar dari diabetes tipe 2 berhubungan dengan masa hidup bebas demensia yang lebih panjang, dengan perbedaan mencapai hampir 13 tahun pada kelompok tertentu.

Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis data lebih dari 12.000 orang yang ketika pertama kali masuk dalam pengamatan memiliki usia rata-rata sekitar 56 tahun. Pada awal penelitian, para peserta belum mengalami demensia. Kondisi kesehatan mereka kemudian diamati dalam periode panjang untuk mengetahui bagaimana sejumlah faktor kesehatan pada usia paruh baya berkaitan dengan kemungkinan munculnya gangguan kognitif di kemudian hari.

Para peneliti menemukan bahwa kondisi kesehatan tertentu dapat membuat perbedaan cukup besar terhadap lamanya seseorang menjalani kehidupan tanpa demensia. Individu yang tidak memiliki riwayat merokok, tekanan darah tinggi, maupun diabetes tipe 2 diperkirakan mempunyai masa hidup bebas demensia sekitar 30 tahun setelah usia pertengahan 50-an.

Sebaliknya, kelompok yang memiliki ketiga faktor risiko tersebut menunjukkan perkiraan masa bebas demensia yang jauh lebih pendek, yakni sekitar 17 tahun. Selisih antara kedua kelompok itu mencapai hampir 13 tahun. Hasil ini menjadi perhatian karena ketiga faktor tersebut termasuk kondisi yang pada tingkat tertentu dapat dicegah atau dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan perawatan kesehatan.

Tekanan darah tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam temuan tersebut. Jika berlangsung dalam waktu lama dan tidak terkontrol, hipertensi dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah serta meningkatkan risiko berbagai gangguan kardiovaskular. Karena otak sangat bergantung pada pasokan darah dan oksigen, kesehatan sistem peredaran darah turut menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi kognitif.

Diabetes tipe 2 juga mendapat perhatian karena kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat berdampak pada pembuluh darah dan berbagai organ tubuh. Sementara itu, kebiasaan merokok telah lama dikaitkan dengan kerusakan pembuluh darah serta peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Ketiganya karena itu tidak hanya relevan terhadap kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga menjadi faktor yang penting diperhatikan dalam konteks penuaan otak.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak dapat dimaknai sebagai jaminan bahwa seseorang akan terbebas dari demensia hanya dengan menghindari tiga faktor risiko tersebut. Demensia merupakan kondisi kompleks yang dipengaruhi banyak aspek, termasuk usia, faktor genetik, kondisi kesehatan lainnya, serta berbagai faktor lingkungan dan gaya hidup. Penelitian ini juga menunjukkan hubungan statistik, sehingga tidak secara otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat.

Temuan tersebut pada akhirnya memperkuat pentingnya menjaga kesehatan jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut. Memantau tekanan darah, menghindari rokok, menjaga kadar gula darah, berolahraga secara teratur, serta menerapkan pola makan sehat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan otak dalam jangka panjang. Dengan kata lain, menjaga kesehatan di usia paruh baya bukan hanya tentang memperpanjang usia, tetapi juga berpotensi memperpanjang periode kehidupan yang tetap aktif dan bebas dari gangguan kognitif berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....