Dokter Ingatkan Minum Teh setelah Makan Hambat Penyerapan Zat Besi

  • 02 Sep 2026 15:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Minum teh setelah makan menjadi kebiasaan sebagian masyarakat, termasuk saat cuaca panas. Namun, kebiasaan tersebut perlu diperhatikan karena teh dapat mengikat zat besi yang berasal dari makanan.

Dokter Umum RS Sumber Hurip Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Eri Juhaeriah, CPS., CSES., mengatakan konsumsi teh setelah makan tidak disarankan karena dapat memengaruhi penyerapan zat besi dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan zat besi tidak terserap secara optimal oleh tubuh.

“Untuk absorpsi tubuh kita lebih mudah itu diusahakan air putih atau minum air jeruk boleh. Tapi, kalau teh sebaiknya tidak disarankan untuk diminum setelah makan,” ucap dr. Eri Juhaeriah kepada RRI, Rabu, 2 September 2026.

Baca juga: Kenali Tahapan dan Tanda Tanda Dehidrasi saat Cuaca Panas

Baca juga: Dokter Sarankan Batasi Konsumsi Es Teh Manis saat Cuaca Panas⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Ia menjelaskan, zat besi dapat diperoleh dari berbagai makanan yang dikonsumsi sehari-hari, seperti daging dan ikan. Namun, zat besi tersebut dapat terikat oleh teh sehingga tidak dapat terserap secara optimal oleh tubuh.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan pilihan minuman yang dikonsumsi setelah makan.

Anjuran tersebut berlaku untuk teh manis maupun teh tawar. Teh yang dikonsumsi dalam kondisi dingin maupun panas juga memiliki efek yang sama karena berkaitan dengan kandungan teh.

Baca juga: Cuaca Panas Picu Dehidrasi hingga Heat Stroke, Warga Diminta Waspada

Sementara itu, masyarakat yang tetap ingin mengonsumsi es teh manis disarankan tidak terlalu sering dan membatasi penggunaan gula. Konsumsi minuman dengan kadar gula tinggi secara terus-menerus dalam jangka panjang dapat menyebabkan hiperglikemia atau gula darah tinggi hingga diabetes.

Untuk memenuhi kebutuhan cairan saat cuaca panas, masyarakat dianjurkan mengutamakan air putih. Air kelapa atau oralit juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menggantikan elektrolit tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....