Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Magnesium

  • 31 Jul 2026 00:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Magnesium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi vital. Mineral ini berperan dalam lebih dari 300 reaksi enzim, mulai dari menjaga fungsi otot dan saraf, membantu pembentukan tulang, mengatur tekanan darah, hingga mendukung produksi energi. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa tubuhnya mengalami kekurangan magnesium karena gejalanya sering muncul secara perlahan dan menyerupai kondisi kesehatan lainnya.

Menurut National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements dalam Magnesium Fact Sheet for Health Professionals, gejala awal kekurangan magnesium atau hipomagnesemia meliputi hilangnya nafsu makan, mual, muntah, tubuh mudah lelah, dan merasa lemas. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius dan memengaruhi berbagai organ tubuh.

Salah satu tanda yang paling umum adalah kram otot, otot berkedut, atau kejang ringan. Magnesium berperan penting dalam mengatur kontraksi dan relaksasi otot. Ketika kadarnya menurun, saraf menjadi lebih mudah terstimulasi sehingga otot lebih rentan mengalami kram. Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa kekurangan magnesium dapat menyebabkan tremor, kedutan otot, hingga sensasi kesemutan pada beberapa bagian tubuh.

Selain memengaruhi otot, kadar magnesium yang rendah juga dapat berdampak pada kualitas tidur. Magnesium membantu mengatur aktivitas neurotransmiter yang berperan dalam proses relaksasi tubuh dan tidur. Menurut Sleep Foundation, asupan magnesium yang cukup dapat mendukung kualitas tidur, sementara kekurangannya berpotensi membuat seseorang lebih sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau merasa kurang segar saat bangun pada pagi hari.

Kekurangan magnesium juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Beberapa orang mengalami gejala seperti mudah cemas, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan suasana hati. Tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients oleh Boyle, Lawton, dan Dye (2017) menemukan bahwa suplementasi magnesium berpotensi membantu mengurangi gejala kecemasan ringan pada sebagian orang. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat tersebut pada berbagai kelompok masyarakat.

Pada kondisi yang lebih berat, kekurangan magnesium dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur (aritmia). Magnesium berperan dalam menjaga kestabilan impuls listrik pada otot jantung. Mayo Clinic menjelaskan bahwa kadar magnesium yang terlalu rendah dapat mengganggu irama jantung, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau kondisi medis tertentu.

Risiko kekurangan magnesium lebih tinggi pada lansia, penderita diabetes tipe 2, orang dengan gangguan saluran cerna seperti penyakit Crohn atau celiac, serta individu yang mengonsumsi obat diuretik atau obat penurun asam lambung dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kelompok tersebut dianjurkan lebih memperhatikan asupan magnesium melalui makanan maupun konsultasi dengan tenaga kesehatan jika diperlukan.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan magnesium, perbanyak konsumsi makanan seperti bayam, kacang almond, kacang mete, biji labu, edamame, tahu, oatmeal, alpukat, pisang, dan cokelat hitam. Berdasarkan rekomendasi NIH Office of Dietary Supplements, kebutuhan magnesium harian orang dewasa berkisar 310–420 miligram, tergantung usia dan jenis kelamin. Jika Anda sering mengalami kram otot, mudah lelah, atau gangguan tidur yang berlangsung lama, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani dengan tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....