Emosi yang Dipendam, Apa Dampaknya?
- 24 Jul 2026 15:14 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Banyak orang memilih memendam perasaan demi menghindari konflik atau menjaga hubungan dengan orang lain. Tidak sedikit pula yang merasa menunjukkan emosi adalah tanda kelemahan. Padahal, kebiasaan menyimpan kesedihan, kemarahan, atau kekecewaan dalam waktu lama justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik.
Memendam perasaan bukan berarti emosi tersebut hilang. Sebaliknya, emosi yang tidak diungkapkan cenderung menumpuk dan dapat muncul dalam bentuk lain, seperti mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, mengalami gangguan tidur, hingga merasa cemas tanpa penyebab yang jelas. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi kualitas hubungan dengan keluarga, pasangan, maupun teman.
Dilansir dari laman apa.org, merujuk pada American Psychological Association (APA), emosi yang ditekan secara terus-menerus dapat meningkatkan tingkat stres karena tubuh tetap merespons tekanan tersebut, meskipun seseorang berusaha terlihat baik-baik saja. Respons stres yang berkepanjangan diketahui berisiko memengaruhi kesehatan fisik, termasuk menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Sementara itu dari laman mayoclinic.org, hal serupa juga disampaikan bahwa ketika seseorang memendam emosi dalam waktu lama dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami kecemasan, depresi, hingga kesulitan mengelola emosi ketika menghadapi masalah di kemudian hari. Alih-alih menyelesaikan persoalan, kebiasaan tersebut justru membuat beban emosional semakin berat karena tidak pernah benar-benar diproses.
Mengungkapkan perasaan tidak selalu berarti meluapkan emosi secara berlebihan. Perasaan dapat disampaikan melalui percakapan yang jujur dengan orang tepercaya, menulis jurnal, melakukan aktivitas kreatif, atau mencari bantuan profesional apabila emosi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Cara-cara tersebut dapat membantu seseorang mengenali sekaligus mengelola emosinya dengan lebih sehat.
Pada akhirnya, setiap emosi memiliki fungsi dan layak untuk diakui. Merasa sedih, kecewa, marah, atau takut adalah bagian dari pengalaman manusia. Belajar menerima dan mengekspresikan perasaan secara sehat bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Dengan demikian, seseorang dapat menjaga kesehatan mental sekaligus membangun hubungan yang lebih terbuka dan berkualitas dengan orang-orang di sekitarnya.
Sumber: SalshaKhoerunisa_TelkomUniversityBandung
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....