Gunakan Medsos, Puskesmas Sitopeng Cirebon Tangkal Hoaks Soal Kehamilan
- 27 Jun 2026 11:12 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon — Pemanfaatan media digital menjadi salah satu strategi Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dalam menyebarkan edukasi kesehatan sekaligus menangkal hoaks mengenai kehamilan, persalinan, menyusui, dan kesehatan keluarga. Strategi tersebut dipadukan dengan kegiatan kelas ibu serta kolaborasi bersama kader kesehatan, sebagaimana disampaikan dalam Dialog Cirebon Menyapa memperingati Hari Bidan Nasional pada Rabu, 24 Juni 2026.
Perkembangan teknologi dinilai semakin memudahkan tenaga kesehatan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat secara lebih cepat. Penyebaran informasi dilakukan melalui media sosial serta grup komunikasi yang melibatkan kader kesehatan di wilayah Kelurahan Argasunya.
Kepala Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dr. H. Eko Dewantoro mengatakan teknologi memberikan manfaat besar dalam mendukung pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat. "Dengan adanya teknologi ini sangat membantu juga. Di puskesmas kita ada Facebook dan Instagram, jadi ketika ada informasi mengenai kebidanan atau kesehatan lainnya kita informasikan lewat Instagram," ujar Eko.
Selain memanfaatkan media sosial, puskesmas juga membangun komunikasi bersama kader kesehatan untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. Cara tersebut sekaligus digunakan untuk meluruskan informasi yang keliru atau hoaks yang beredar mengenai kesehatan ibu dan anak.

Edukasi secara langsung juga dilakukan melalui kelas ibu yang diikuti ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sitopeng. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai kehamilan, persalinan, hingga pemberian ASI agar lebih siap menghadapi proses kelahiran.
"Kita juga ada kelas ibu. Kita mengumpulkan ibu-ibu hamil kemudian kita berikan edukasi mengenai kehamilan, persalinan, beserta menyusui," kata Eko. Menurutnya, pendekatan tatap muka tetap diperlukan untuk melengkapi penyampaian informasi melalui media digital.
Ia berharap peserta kelas ibu dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada ibu hamil lainnya di lingkungan sekitar. Dengan demikian, informasi kesehatan yang benar dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui peran aktif warga.
"Diharapkan dengan ibu-ibu yang sudah dilatih itu ketok tular, dia menyampaikan informasi yang telah dia dapat ke ibu-ibu hamil yang di sekitarnya," ucap Eko. Menurutnya, sinergi antara teknologi digital, kader kesehatan, dan kelas ibu menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi penyebaran hoaks di bidang kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....