Puskesmas Sitopeng Cirebon Siapkan Jemput Antar Gratis Ibu Bersalin 24 Jam

  • 27 Jun 2026 10:36 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Penguatan peran bidan menjadi salah satu upaya Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dalam meningkatkan kesehatan ibu, bayi, anak, dan keluarga melalui layanan persalinan 24 jam, pemeriksaan kehamilan, hingga kunjungan rumah bagi ibu hamil. Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Cirebon Menyapa bertema Menguatkan Peran Bidan dalam Mendukung Kesehatan Keluarga Indonesia untuk memperingati Hari Bidan Nasional, yang diperingati pada Rabu, 24 Juni 2026.

Wilayah kerja Puskesmas Sitopeng meliputi Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, yang menjadi wilayah terluas di Kota Cirebon dengan luas sekitar 675 hektare dan jumlah penduduk lebih dari 25 ribu jiwa. Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan ibu dan anak membutuhkan dukungan tenaga bidan yang tersebar di berbagai titik pelayanan.

Pelayanan tersebut dijalankan melalui PONED, tiga Puskesmas Pembantu (Pustu), Posyandu, Posbindu, serta kelas ibu yang rutin dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu hamil dan ibu bersalin.

Kepala Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dr. H. Eko Dewantoro mengatakan pihaknya saat ini memiliki 15 bidan yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Di Puskesmas Sitopeng itu kita ada 15 bidan. Kita juga membawahi satu PONED, tiga Pustu, serta melaksanakan Posyandu, Posbindu, dan kelas ibu. PONED melayani persalinan 24 jam tanpa libur, meskipun Lebaran atau tanggal merah tetap buka," ujar Eko.

Selain memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan, bidan juga melakukan pemantauan ibu hamil melalui kerja sama dengan kader kesehatan di setiap wilayah. Apabila ditemukan ibu hamil yang belum memeriksakan kandungannya, bidan akan mendatangi rumah untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin.

"Kalau kader tahu kemudian lapor ke puskesmas, insya Allah bidan kita akan mengunjungi ke rumah dari ibu hamil tersebut untuk dilakukan pemeriksaan dan dianjurkan ke puskesmas atau ke pustu," kata Eko. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar seluruh ibu hamil tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meskipun belum sempat datang ke fasilitas kesehatan.

Puskesmas Sitopeng juga menjalankan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi dengan dukungan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Program tersebut diberikan selama tiga bulan agar status gizi ibu hamil dan bayi yang dikandung dapat meningkat.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan penjemputan ibu bersalin melalui PONED selama 24 jam tanpa dipungut biaya bagi peserta BPJS. "Cukup masyarakat telepon saja ke PONED kami, maka kita akan menjemput 24 jam pasien ibu bersalin. Kalau memang harus melahirkan di rumah sakit, dari PONED akan kita rujuk dan kita antar ke rumah sakit yang dituju," ucap Eko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....