Libur Mental Emotional Tanpa Mesti Pergi Jauh-Jauh
- 11 Mei 2026 19:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Tidak semua yang tinggal berarti tertinggal, ada yang tinggal justru sedang menyembuhkan. Ada yang harus tetap di rumah, ada yang memilih tinggal karena tanggung jawab, seperti dilansir dari anthonydiomartin.
Matikan peran kita jadi diri kita yang otentik. Berhenti sebentar jadi atasan, bawahan, orang tua, penolong, atau problem solver. Libur mental dimulai saat kita berhenti “berfungsi” untuk semua orang, beri “Me Time” buat diri kita.
Rawat tubuh kita lewat grooming dan self-care. Waktu buat urus diri kita, misalkan saja mandinya lebih lama, potong rambut dengan style yang kita suka. Lakukan skincare, pijat ringan, olahraga ringan. Saat tubuh kita dirawat, pikiran bisa ikut tenang.
Kembali ke hobi lama yang sempat ditinggalkan. Menulis, menggambar, berkebun, merakit sesuatu. Ada bagian diri kita yang rasanya “pulang” saat melakukan hal yang kita cintai.
| Baca juga: Kalap saat Berbuka Puasa, Ini Penyebabnya |
Lakukan aktivitas sosial yang mengalirkan energi keluar. Membantu orang lain, ngobrol santai, atau sekadar mendengarkan. Energi emosional yang keluar sering kembali sebagai ketenangan.
Merawat dan merapikan sesuatu. Merawat sesuatu atau merapikan, misal rapikan meja kerja, rak buku, dapur kecil, dan tanpa target. Ruang yang rapi seringkali membuat pikiran ikut tertata.
Kunjungi orang yang membuat kita jadi diri kita sendiri. Bukan yang menuntut kita tampil hebat, tapi yang membuat kita boleh jadi apa adanya.
Nikmati ritual sederhana dengan penuh kesadaran. Menyeduh kopi, minum teh, makan pelan dengan mindful. Saat kita hadir penuh, emosi ikut melambat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....